03
Februari
2026
Selasa - : WIB

Jaga Anak Didik SMK Tri Atmajaya Dalung Tempuh Jalur Mediasi dengan Redkitchen

ranugito
ranugito
Januari 30, 2026 6:42 am pada TERKINI
IMG 20260130

Jaga Anak Didik, SMK Tri Atmajaya Dalung Tempuh Jalur Mediasi dengan Redkitchen

 

 

Analisnews.co.id – BADUNG | SMK Tri Atmajaya Dalung, Kabupaten Badung, Bali, menempuh jalur mediasi untuk menyelesaikan persoalan yang melibatkan anak didik, pihak sekolah, serta pengelola usaha kuliner Redkitchen. Mediasi tersebut menjadi solusi damai atas konflik yang sempat mencuat akibat kesalahpahaman antar pihak.

Proses mediasi dihadiri oleh unsur sekolah, orang tua murid, siswa, pihak Redkitchen, serta tokoh adat melalui perwakilan klian adat/banjar Desa Dalung. Seluruh pihak sepakat menempatkan kepentingan pendidikan dan perlindungan anak sebagai prioritas utama.

Konflik bermula dari adanya pengaduan pemilik Redkitchen, Timoty, kepada Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wida Karna (AWK). Timoty mengaku merasa dirugikan karena belum pernah diajak klarifikasi maupun mediasi sebelumnya oleh pihak sekolah.

Menurut Timoty, pihaknya merasa mendapat perlakuan tidak adil. Ia menuturkan adanya tekanan, pengkondisian, hingga dugaan ancaman yang dialamatkan kepadanya.

Selain itu, disebutkan pula adanya larangan tidak tertulis bagi siswa SMK Tri Atmajaya Dalung untuk berbelanja di Redkitchen.

Disisi lain, Kepala Sekolah SMK Tri Atmajaya Dalung, Adhi Putranegara, menjelaskan bahwa persoalan tersebut berawal dari laporan orang tua wali murid.

Para orang tua mempertanyakan keberadaan anak-anak mereka yang kerap pulang terlambat setelah jam sekolah berakhir. “Seharusnya selepas jam pulang, anak sudah berada di rumah, namun sebaliknya hingga petang belum nongol barang hidungnya si anak,” jelasnya.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan orang tua wali murid, sejumlah siswa diketahui menghabiskan waktu hingga sore hari dengan tiduran di Redkitchen.

Bahkan, terdapat informasi yang cukup mengkhawatirkan terkait ajakan nongkrong ke tempat-tempat tertentu.
“Tidak sampai di situ, yang lebih mengagetkan anak/siswa tiduran di Rekicen pulang hingga sore hari,” ungkapnya.

Pihak sekolah juga menyampaikan adanya laporan mengenai ajakan nongkrong ke kafe hingga tempat hiburan malam. “Bukankah ini mencerminkan prilaku yang tidak mendidik, terhadap siswa sekolah kami,” kata Adhi Putranegara menegaskan.

Dalam pernyataannya, ia juga menekankan bahwa pihak sekolah tidak ingin kecolongan dalam menjaga tanggung jawab terhadap peserta didik. “Tidak akan ada asap kalau tidak ada api,” tegasnya.

Sebagai hasil dari mediasi, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan mengedepankan pembinaan terhadap siswa. Pihak sekolah berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama.

“Kami berharap dengan mediasi ini, siswa dapat lebih sadar dan bertanggung jawab atas tindakan mereka, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan sekolah,” paparnya.

Mediasi yang berlangsung kondusif ini turut mendapat apresiasi dari perwakilan Banjar Tegal Jaya, Dalung, yang menilai langkah penyelesaian secara damai sebagai contoh positif dalam menangani konflik sosial di lingkungan pendidikan.

Dengan tercapainya kesepakatan antara sekolah dan Redkitchen, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang lebih harmonis, aman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. (tim/red).

 

 

mediasi sekolah, SMK Tri Atmajaya Dalung, Redkitchen Dalung, pendidikan Badung, konflik siswa

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU