06
Februari
2026
Jumat - : WIB

Kampung SMART RW 01 Pondok Bambu: Inovasi Lingkungan Berbasis Pentahelix yang Menginspirasi dari Drs. Suwito

hartonojkt
hartonojkt
Juni 27, 2025 9:13 am pada TERKINI
IMG 20250626 WA0038

Analisnews.co.id
Jakarta, 25 Juni 2025 — Di tengah tantangan krisis lingkungan yang makin kompleks di kawasan urban, RW 01 Kelurahan Pondok Bambu, Jakarta Timur, justru tampil sebagai oase perubahan dengan semangat gotong royong dan inovasi. Di bawah kepemimpinan Drs. Suwito, Ketua RW yang visioner dan berjiwa pembaharu, Kampung ini berhasil membangun Kampung SMART—sebuah model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang holistik, kolaboratif, dan berkelanjutan.

*Membangun dari Kesamaan Frekuensi*

Langkah awal membangun Kampung SMART dimulai dari satu prinsip sederhana namun mendalam: kesamaan frekuensi untuk menyelesaikan masalah lingkungan secara kolektif. Setelah itu, dilakukan inventarisasi masalah, penentuan prioritas, dan perumusan solusi. Pendekatan ini menjadikan warga bukan sekadar objek program, melainkan subjek perubahan yang aktif dan strategis.

*Pilar Kampung SMART: Tiga Fokus Utama*

Kegiatan Kampung SMART difokuskan pada tiga pilar:

Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
Warga memilah sampah dari rumah masing-masing. Setiap rumah diberikan ember khusus untuk sampah organik, yang diangkut petugas setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Sampah non-organik bernilai ekonomi disetor ke Bank Sampah, ditimbang dan dipilah ulang, dibersihkan, lalu di-press agar bernilai jual tinggi.
Warga juga diajak membentuk Rumah Pilah, dengan dukungan penuh dari pengurus RW, untuk meningkatkan skala dampak pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
Produk kerajinan dari limbah seperti tas, hiasan, hingga pot bunga menjadi bukti nyata transformasi sampah menjadi sumber nilai tambah.

*Pemberdayaan Warga Melalui Circular Economy*
Kampung SMART memberdayakan warga berdasarkan kemauan dan kemampuan masing-masing.
Di antaranya, budidaya maggot (larva lalat BSF) sebagai pengurai sampah organik sekaligus pakan ternak, pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, serta pengolahan biodiesel dari limbah dapur menjadi sumber energi alternatif ramah lingkungan.
Tak hanya mengurangi pencemaran, langkah ini turut menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga.

*Membangun Kesadaran Ekologis*
Edukasi menjadi kunci keberhasilan Kampung SMART. RW 01 rutin menggandeng lembaga pendidikan, komunitas, dan mitra CSR untuk melakukan penyuluhan tentang perubahan iklim, pemanfaatan eco-enzyme, hingga praktik konsumsi berkelanjutan.
Salah satu terobosan yang membanggakan adalah hadirnya Kampung Eco Enzyme

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU