Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, menjadi pusat perhatian dengan dilaksanakannya Survey Lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026. Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur penting, antara lain Bupati Barito Timur, Dandim 1012 Buntok, Kapolsek Benua Lima, Camat Benua Lima, Danramil 1012-03 Benua Lima, serta tim penyusun SID CSR dari LPPM Universitas Palangkaraya. Turut hadir pula Lurah Taniran, Bhabinkamtibmas, Koordinator BPP, PPL, dan kelompok tani setempat. Kamis, 8/1/2026

Survey ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Swakelola Tahap II untuk pekerjaan konstruksi cetak sawah di Barito Timur. Selain Kelurahan Taniran, lokasi CSR 2026 juga mencakup Desa Siong, Kecamatan Paju Epat, dan Desa Harara, Kecamatan Dusun Timur. Secara keseluruhan, luas lahan yang disiapkan mencapai sekitar 205,9 hektar di KM 40 Jalan Hualing, PT. Adaro Indonesia.
Program CSR 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bartim, dan Kodim 1012 Buntok. Tujuan utamanya adalah mendukung swasembada pangan, meningkatkan luas tambah tanam (LTT), dan memajukan sektor pertanian di Barito Timur.
Kapolsek Benua Lima, IPDA Ichvan Herianto, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan berjalan dengan aman dan lancar hingga pukul 16.30 WIB. Setiap perkembangan terkait pelaksanaan CSR di Kabupaten Barito Timur akan segera dilaporkan lebih lanjut kepada pimpinan.
“Kegiatan Survey Lokasi Cetak Sawah Rakyat 2026 di Kelurahan Taniran berjalan aman dan lancar. Program ini sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian di Barito Timur,” ujar Kapolsek, IPDA Ichvan Herianto, S.H., M.M.(Joe)