11
Januari
2026
Minggu - : WIB

Kereta Pembangkit Handal, KAI Divre III Palembang Jaga Kelancaran Perjalanan dan Kenyamanan Pelanggan

vritimes
Oktober 30, 2025 11:54 am pada BISNIS

Untuk menjaga kelancaran perjalanan kereta api serta memastikan kenyamanan pelanggan selama berada di dalam rangkaian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus berupaya memenuhi aspek keselamatan dan standar pelayanan untuk pelanggan, di antara nya menjaga kestabilan dan performa kereta pembangkit atau genset dalam kondisi prima dan siap operasi.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa genset memiliki peran penting sebagai sumber daya utama yang menyuplai kebutuhan listrik selama perjalanan kereta api. Energi listrik yang dihasilkan digunakan untuk mendukung berbagai fasilitas di dalam kereta, mulai dari penerangan, pendingin udara (AC), sistem pengeras suara, keberlangsungan restorasi didalam kereta, hingga soket pengisian daya bagi pelanggan.

“Kestabilan daya genset menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan pelanggan dan kelancaran perjalanan kereta api. Apabila pasokan listrik terganggu, maka seluruh sistem pelayanan di dalam kereta juga akan terdampak,” ujar Aida.

Aida juga menjelaskan setiap perjalanan kereta api, kami menempatkan petugas teknisi kereta api (TKA), dimana petugas TKA tersebut melakukan pengecekan selama 30 menit secara berkala, agar kondisi genset stabil dan tidak ada gangguan yang signifikan, setiap rangkaian kereta api dilengkapi dengan kereta pembangkit yang memiliki kapasitas daya berbeda, disesuaikan dengan jenis layanan dan kebutuhan daya. Untuk kereta kelas ekonomi, genset memiliki daya antara 150 hingga 250 kVA (kilo Volt-Ampere), sedangkan untuk kereta Bisnis dan kelas eksekutif, daya yang digunakan mencapai 500 kVA.

Selain itu, untuk memastikan genset selalu dalam kondisi optimal, KAI Divre III Palembang juga melaksanakan pemeriksaan dan perawatan rutin yang dilakukan oleh teknisi sebelum dan sesudah perjalanan. Pemeriksaan tersebut meliputi beberapa aspek penting, antara lain:

1. Pemeriksaan battery/aki, untuk memastikan sistem starter dan kelistrikan berfungsi baik.

2. Pemeriksaan air radiator, guna menjaga suhu mesin agar tidak mengalami overheating.

3. Pemeriksaan bahan bakar, memastikan pasokan solar mencukupi selama perjalanan.

4. Pemeriksaan oli, untuk menjaga pelumasan mesin agar tetap lancar.

5. Pemeriksaan V-Belt, memastikan tidak ada kelonggaran atau keausan yang dapat mengganggu kinerja mesin.

6. Pemeriksaan putaran mesin, guna memastikan mesin bekerja pada kecepatan dan beban ideal.

7. Pemeriksaan tegangan yang keluar, memastikan daya listrik yang dihasilkan stabil dan sesuai kebutuhan rangkaian.

“Setiap komponen genset kami pantau secara berkala agar performanya tetap optimal. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga keandalan operasional kereta dan kenyamanan pelanggan selama perjalanan,” tambah Aida.

Selain pemeriksaan harian, KAI juga melakukan perawatan berkala yang terjadwal di depo perawatan kereta untuk memastikan seluruh sistem kelistrikan, kondisi mesin diesel, serta kebersihan dan sirkulasi udara ruang genset.

Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gangguan yang dapat berdampak pada perjalanan maupun kenyamanan pelanggan dan komponen pembangkit tetap sesuai standar operasional.

Aida menegaskan bahwa keandalan genset merupakan bagian dari tanggung jawab KAI untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya menjaga seluruh sarana, termasuk genset, agar pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” tutup Aida.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Disalin

Pos Terkait

November 20, 2025 7:42 am
Tokoh Logistik Nasional Bongkar Penyebab Biaya Logistik Termahal di Asia TenggaraBiaya logistik Indonesia mencapai 14,9% dari PDB, yang mana tertinggi di Asia Tenggara, yang disebabkan oleh empat faktor utama yang menghambat daya saing, yaitu: proteksi industri truk dan oligopoli, mahalnya infrastruktur tol, fluktuasi nilai tukar Rupiah, serta kompleksitas regulasi dan birokrasi; namun, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), Daniel Budi Setiawan, menawarkan solusi strategis melalui digitalisasi logistik dengan aplikasi muatmuat yang bertujuan mengoptimalkan utilitas armada, meningkatkan transparansi pasar, dan menekan biaya suku cadang guna menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan kompetitif. JAKARTA – Biaya logistik Indonesia yang masih mencapai 14,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), tertinggi di Asia Tenggara dan jauh di atas rata-rata negara maju (8-9%) dinilai menjadi ancaman serius bagi daya saing ekonomi nasional. Menurut Ir. Daniel Budi Setiawan, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), tingginya biaya logistik mencerminkan masih rendahnya efisiensi rantai pasok nasional yang berimbas langsung pada harga produk dan daya beli masyarakat. “Angka 14,9% ini sangat membebani. Biaya tersebut akhirnya ditransfer ke harga jual produk, membuat barang-barang kita kurang kompetitif di pasar global,” ujar Daniel. Empat Faktor Penghambat Efisiensi Logistik Nasional Berdasarkan pengalaman Daniel selama puluhan tahun memimpin perusahaan logistik PT. Siba Surya yang punya aset ribuan truk dari yang awalnya hanya belasan, terdapat empat variabel utama yang berkontribusi terhadap tingginya biaya logistik Indonesia, di mana sebagian besar masih berada dalam kendali kebijakan pemerintah. 1. Proteksi Industri Truk (Kartel Pabrikan): Kebijakan proteksi yang sudah berjalan lebih dari lima dekade terhadap merek truk asal Jepang seperti Fuso, Hino, Isuzu, dan Nissan Diesel menyebabkan harga barang modal meningkat drastis. “Sampai saat ini, commercial vehicle masih dibebani bea masuk 35-45%. Empat merek besar itu berada dalam posisi oligopoli. Kalau mereka sepakat menaikkan harga, pasar tidak punya pilihan lain,” tegas Daniel. 2. Infrastruktur Tol yang Mahal: Tidak seperti di negara maju, di mana pajak kendaraan sudah mencakup hak menggunakan jalan bebas hambatan, Indonesia masih menerapkan sistem tol berbayar yang dianggap mahal bagi pelaku transportasi barang. Hal ini menambah biaya transportasi logistik di luar pajak kendaraan tahunan. 3. Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah: Ketergantungan terhadap suku cadang dan bahan bakar impor membuat biaya operasional sangat sensitif terhadap pelemahan rupiah. Setiap perubahan kurs berpotensi menaikkan ongkos logistik secara signifikan. 4. Regulasi dan Birokrasi: Kompleksitas perizinan, pajak ganda (PPN, PPh, Bea Masuk, PKB, KIR), serta birokrasi antarinstansi memperpanjang proses dan meningkatkan biaya distribusi nasional. Peran Swasta: Mendorong Efisiensi dan Transparansi Meski tiga dari empat faktor tersebut bersifat makro, sektor swasta dinilai tetap memiliki ruang untuk mendorong efisiensi melalui inovasi dan digitalisasi logistik. Berbekal pengalaman puluhan tahun menghadapi kompleksitas industri logistik, Daniel menghadirkan muatmuat sebagai solusi strategis bagi pelaku logistik untuk memangkas biaya dan membuka efisiensi baru dalam rantai pasok Indonesia. Daniel mencontohkan langkah-langkah yang dapat diambil industri untuk mengurangi beban biaya, seperti: 1. Mengoptimalkan Utilisasi Armada: Mengurangi jumlah truk yang kembali kosong (empty return) dengan sistem pencocokan muatan digital di fitur Transport Market. 2. Meningkatkan Transparansi Pasar: Menghubungkan pengirim dan transporter secara langsung agar rantai distribusi lebih efisien dan biaya mark-up berkurang. 3. Digitalisasi Suku Cadang: di muatmuat juga tersedia Platform e-commerce bernama muatparts khusus logistik dapat menghadirkan harga suku cadang yang lebih kompetitif untuk menekan biaya operasional transportasi. “Kami percaya efisiensi pasar dapat dicapai lewat kolaborasi dan keterbukaan data. Semakin terhubung pelaku logistik nasional, semakin sehat pula industrinya,” tambah Daniel di podcast bersama Helmy Yahya. Aplikasi muatmuat, yang dikembangkan oleh Daniel Budi Setiawan dan kini telah dipercaya oleh puluhan ribu pelaku logistik nasional sejak mulai dipasarkan pada 2024, menjadi contoh nyata kontribusi sektor swasta dalam membangun ekosistem logistik yang lebih efisien, transparan, dan berdaya saing. Karakter yang Dibutuhkan untuk Bertahan di Industri Logistik Bagi Daniel, industri logistik adalah arena yang menuntut ketahanan mental, disiplin, dan keberanian untuk terus bergerak. “Yang bisa survive di industri ini adalah mereka yang punya dedikasi penuh dan mental petarung,” ujarnya. Berhenti sejenak saja bisa tersingkir oleh mekanisme pasar, sehingga ekspansi dan adaptasi menjadi kunci untuk bertahan. Pengalaman panjang Daniel menghadapi kerasnya industri transportasi membentuk pemahaman bahwa banyak pelaku logistik sebenarnya mampu tumbuh, asal prosesnya dibuat lebih sederhana, efisien, dan terukur. Dari sinilah muatmuat lahir: sebagai perpanjangan dari semangat bertarung itu. Bukan sekadar platform, tetapi alat yang membantu pelaku industri meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya operasional, dan tetap kompetitif di tengah tantangan. Bagi Daniel, logistik memang keras, tapi selalu memberi ruang bagi mereka yang cukup kuat dan cukup berani untuk terus maju. Tentang muatmuat muatmuat hadir dengan visi menjadi produk yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat logistik di Indonesia. khususnya yang berdampak kepada : 1. Rendahnya daya beli masyarakat 2. Rendahnya kualitas atau nilai kompetitif sebuah produk/jasa, dan 3. Roda perekonomian di Indonesia Berbekal pengalaman nyata selama 4 generasi di bidang logistik serta teknologiyang handal, kami siap bersama pemangku kepentingan berkolaborasi mengemban misi dalam mendigitalisasi dan membangun industri logistik yang berkelanjutan. Kami turut mengajak masyarakat logistik untuk tergabung, saling terhubung dan jalan mudah bersama kami. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU