03
Februari
2026
Selasa - : WIB

Ketum Terdepan Institute Naufal Ubaidillah Angkat Konsep Developmental State Pada Diskusi Sumitronomics

hartonojkt
hartonojkt
Agustus 9, 2025 12:59 pm pada TERKINI
IMG 20250809 WA0026

Analisnewa.co.id,
Jakarta, 1 Agustus 2025* — Dalam rangka memperingati 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Terdepan Institute sukses menyelenggarakan acara *Diskusi Publik: “80 Tahun Kemerdekaan Indonesia – Sumitronomics di Mata Anak Muda”*, yang berlangsung di China Space, Voice of Istiqlal, Masjid Istiqlal Jakarta. Acara ini digelar melalui kolaborasi strategis antara **Terdepan Institute**, **Sumitro Institute**, **Green Youth Economy Organization (GEYO)**, dan **The Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia**.

Acara ini menghadirkan sejumlah pemikir muda dan tokoh penting yang membahas arah masa depan ekonomi Indonesia melalui lensa *Sumitronomics*—sebuah pendekatan ekonomi yang diwariskan oleh ekonom nasional Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo.

Supardi Pondok, Wakil Direktur Sumitro Institute, membuka acara sebagai keynote speaker dengan menekankan tiga pilar utama Sumitronomics: modernisasi industri, kedaulatan ekonomi, dan pembangunan manusia. Ia juga mengulas tantangan kontemporer serta kunci keberhasilan penerapan Sumitronomics di tengah realitas geopolitik dan ekonomi global saat ini.

Sementara itu, Naufal Ubaidillah, S.IP., Founder dan Ketua Umum Terdepan Institute, memberikan perspektif strategis tentang bagaimana Ekonomi Pancasila yang termaktub dalam buku Negara Paripurna karya Yudi Latif dapat dikontekstualisasikan melalui pendekatan Sumitronomics. Naufal menyoroti pentingnya **modernisasi industrialisasi, investasi strategis, hilirisasi sumber daya alam, dan pembangunan kualitas manusia** sebagai fondasi utama kebangkitan ekonomi nasional.

Dalam paparannya, Naufal juga mengaitkan Sumitronomics dengan dua pendekatan negara dalam pembangunan ekonomi: **Developmental State** yang sukses diterapkan di negara-negara Asian Tigers seperti Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan; serta **Entrepreneurial State** yang dikembangkan oleh ekonom Mariana Mazzucato. “Gabungan dari dua pendekatan ini sangat potensial untuk menyempurnakan penerapan Ekonomi Pancasila berbasis Sumitronomics di Indonesia,” tegas Naufal.

Melengkapi diskusi, **M Dhirham Zakaria**, Chairman Green Youth Economy Organization (GEYO), mengangkat pandangan ekonomi berkelanjutan dari buku karya Prof. Sri-Edi Swasono, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memastikan arah pembangunan yang adil, berdaulat, dan lestari.

Acara ini dimoderatori oleh **Alvia Sabrina** dari The IDE Indonesia dan dihadiri oleh puluhan pemuda lintas kampus, organisasi, dan profesi yang memiliki kepedulian terhadap masa depan ekonomi Indonesia.

Diskusi publik ini tidak hanya memperkuat relevansi pemikiran Sumitro di era modern, tetapi juga menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk mengartikulasikan aspirasi mereka dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berkeadilan sosial.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU