
Jayapura – Komandan Kodaeral X Mayjen TNI (Mar) Werijon, M.Han., CIQnR., CIQaR. diwakili Sahli E Teklog Pok Sahli Kodaeral X Letkol Mar Muhammad Isarisnawan S.H., M.Tr.Opsla., menghadiri apel pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Cartenz 2026 yang digelar di Mako Polda Papua, Senin (2/2/2026). Apel ini menjadi wujud sinergi TNI–Polri dalam mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Papua.
Apel pasukan tersebut dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi di seluruh Indonesia, menandai dimulainya Operasi Keselamatan yang berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi Cartenz 2026 ini melibatkan 347 personel gabungan dari berbagai unsur terkait.
Apel dipimpin oleh Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol Selamat Topan, serta dihadiri oleh pejabat utama Polda Papua, perwakilan instansi terkait, dan seluruh peserta apel. Dalam pelaksanaannya, apel mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.”
Dalam amanatnya, Karo Ops Polda Papua menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Cartenz 2026 bertujuan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Papua.
“Bentuk kegiatan meliputi sosialisasi tertib lalu lintas melalui spanduk, stiker, media cetak dan elektronik, patroli di titik rawan, serta penindakan pelanggaran baik secara statis maupun mobile,” ujarnya.
Operasi Keselamatan 2026 akan menyasar sejumlah lokasi rawan terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, antara lain jalan raya, pelabuhan, terminal, pasar, objek wisata, hingga lingkungan sekolah.
Keterlibatan personel Pom Kodaeral X dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam membantu mendukung tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga ketertiban berlalu lintas dan meningkatkan disiplin masyarakat di jalan raya.
Melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Cartenz 2026, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah Papua dapat terus ditekan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. (Dispen Kodaeral X)