05
Maret
2026
Kamis - : WIB

Kolaborasi Lintas Seni, “Ghost in The Cell” Hadirkan Horor sebagai Instalasi Visual

yadisuryadi
yadisuryadi
Maret 5, 2026 5:35 pm pada FILM, JAKARTA
IMG 20260305

Analisnews.co.id | Jakarta, 5 Maret 2026 — Sutradara dan penulis Joko Anwar kembali menghadirkan gebrakan lewat film terbarunya, Ghost in The Cell. Tak sekadar horor komedi, film ini menjadi ruang kolaborasi lintas seni dengan melibatkan enam ilustrator Indonesia berkelas dunia untuk merancang konsep seni bertajuk “instalasi kengerian”.

Menurut Joko Anwar, sejak awal ia ingin film ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pernyataan tentang pentingnya kolaborasi dalam ekosistem kreatif. “Indonesia punya begitu banyak ilustrator berbakat dengan gaya visual kuat dan unik. Dengan melibatkan mereka, kami ingin memperkaya dunia visual film sekaligus saling menguatkan,” ujarnya.

Keenam ilustrator tersebut adalah Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, Hafidzjudin, dan Rudy AO. Mereka bertugas merancang elemen visual untuk adegan-adegan instalasi horor yang merepresentasikan ketakutan kolektif dalam masyarakat—indah secara artistik, namun menyisakan rasa gentar.

Anwita Citriya, ilustrator asal Bandung, dikenal lewat kiprahnya di industri komik Amerika. Ia pernah terlibat dalam proyek Creepshow serta bekerja sama dengan BOOM! Studios. Karya-karyanya juga hadir sebagai cover artist untuk rilisan terbaru Universal Monsters, termasuk Phantom of the Opera dan Frankenstein. Sentuhan horor psikologis menjadi ciri khasnya.

Benediktus Budi, ilustrator digital asal Wonogiri, banyak menggarap merchandise bertema gelap, termasuk untuk band internasional seperti Toxic Holocaust.

Sementara Benny Bennos Kusnoto telah berpengalaman lebih dari 17 tahun sebagai storyboard artist dan creature designer. Ia pernah menjadi ghost layout artist untuk komik Justice League Dark serta mengerjakan proyek untuk Bandai Namco.

Coki Greenway, ilustrator yang kini bermukim di Purwokerto, dikenal lewat kolaborasinya bersama musisi rock dan metal dunia seperti AC/DC, Motley Crue, dan Judas Priest. Ia juga pernah mengerjakan merchandise karakter Deadpool dan Venom untuk Marvel.

Hafidzjudin dikenal lewat ilustrasi bertema gelap dengan detail intens dan sentuhan “hand drawing” yang kuat. Ia pernah bekerja sama dengan band metal Indonesia seperti Seringai dan Dead Squad.

Adapun Rudy AO, ilustrator asal Bandung, juga merancang poster resmi film ini. Ia dikenal sebagai artis sampul komik untuk DC Comics serta karakter Red Sonja dan Vampirella. Gaya hiper-realistisnya memberi sentuhan sinematik pada visual film.

Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Untuk distribusi internasional, film ini menggandeng Barunson E&A sebagai sales agent global.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 April 2026. Dengan pendekatan visual yang tak lazim dan kolaborasi lintas medium, Ghost in The Cell menjanjikan pengalaman horor komedi yang tak hanya memancing tawa dan tegang, tetapi juga menghadirkan seni sebagai bagian integral dari narasi.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU