
Analisnews.co.id | Jakarta — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Agus Suryonugroho resmi menutup Operasi Ketupat 2026 di kawasan Alun-alun Simpang Lima, Rabu (25/3/2026) malam. Penutupan ini menandai berakhirnya operasi terpusat pengamanan mudik Lebaran, namun bukan berarti pengawasan lalu lintas dihentikan.
Sebaliknya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tetap melanjutkan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi potensi gelombang kedua arus balik.
“Operasi Ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua,” ujar Agus.
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri mengelompokkan pengamanan ke dalam lima klaster utama, yakni jalan arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan destinasi wisata. Pendekatan berbasis klaster ini dinilai efektif dalam memetakan potensi kepadatan di berbagai titik strategis.
Hingga pascapenutupan operasi, arus lalu lintas di sejumlah kawasan aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya masih terpantau padat. Aktivitas silaturahmi masyarakat yang belum sepenuhnya usai menjadi salah satu faktor pendorong tingginya mobilitas.
Untuk mengurai kepadatan, Korlantas menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, mulai dari sistem satu arah (one way) berskala nasional hingga rekayasa lokal berbasis presisi. Skema contraflow juga diberlakukan secara bertahap di sejumlah ruas Tol Trans Jawa guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
“Dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang terukur, arus mudik dan arus balik dapat dikelola dengan baik meskipun volumenya tinggi,” kata Agus.
Dari sisi keselamatan, Operasi Ketupat 2026 mencatat capaian positif. Angka fatalitas korban kecelakaan turun signifikan hingga 30,89 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan menurun sebesar 5,75 persen dibanding periode sebelumnya.
Agus menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari aparat hingga masyarakat pengguna jalan. Ia menyebut Operasi Ketupat sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin keamanan perjalanan masyarakat.
“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan perjalanan mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan penuh makna,” ujarnya.