19
Maret
2026
Kamis - : WIB

Korlantas Atur Strategi Lalu Lintas, One Way Sepenggal Jadi Andalan

yadisuryadi
Maret 18, 2026 10:44 pm pada TERKINI

Analisnews.co.id | Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) sepenggal tahap pertama untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus mudik Lebaran 2026, khususnya di ruas tol arah Jawa.

Kebijakan ini disampaikan Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, saat melakukan peninjauan di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3/2026).

Ia mengungkapkan, kondisi lalu lintas di sejumlah titik krusial, seperti Km 29, Km 57, hingga Km 70, mulai menunjukkan kepadatan yang signifikan. Oleh karena itu, Korlantas bersama para pemangku kepentingan menyiapkan langkah antisipatif berbasis rekayasa lalu lintas.

“Kami akan melakukan sosialisasi penerapan one way sepenggal tahap pertama antara Kilometer 70 sampai Kilometer 263 di wilayah Jawa Tengah,” ujar Agus.

Penerapan skema ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan dari arah Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur, terutama saat mendekati puncak arus mudik.

Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi besar pengamanan lalu lintas dalam Operasi Ketupat 2026, yang setiap tahunnya difokuskan pada kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.

Korlantas optimistis rekayasa one way sepenggal dapat menjaga arus kendaraan tetap lancar, aman, dan terkendali di jalur utama Tol Trans Jawa.

Agus menambahkan, dukungan kebijakan pemerintah seperti Work From Anywhere (WFA) dan Surat Keputusan Bersama (SKB) turut membantu mendistribusikan pergerakan pemudik, sehingga tidak terjadi penumpukan pada waktu tertentu.

“Dengan adanya Work From Anywhere ini, keberangkatan masyarakat bisa lebih terurai. Kebijakan SKB juga sangat strategis untuk mengelola arus lalu lintas,” katanya.

Sebelumnya, Korlantas juga telah merencanakan penerapan one way nasional pada 18 Maret 2026, yang diprediksi menjadi puncak arus mudik. Skema tersebut direncanakan berlaku mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas berbasis teknologi pemantauan (traffic accounting).

Namun demikian, penerapan skema tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.

Dengan berbagai langkah antisipatif ini, Korlantas berharap perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung lebih lancar dan nyaman, sekaligus menekan potensi kemacetan panjang di jalur utama menuju Pulau Jawa.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU