
Made Suaprtha: Dana BTT Rp1 Miliar Percepat Kebangkitan Spiritual Masyarakat Angseri
Analisnews.co.id.-TABANAN | Harapan baru muncul bagi masyarakat Banjar Angseri, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pasca musibah angin puting beliung yang merusak sejumlah bangunan suci di Pura Luhur Pucak Tinggah pada Kamis, 5 Maret 2026 lalu. Pemerintah Provinsi Bali melalui kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster, menggelontorkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1 miliar guna mempercepat proses pemulihan.
Bantuan yang disalurkan melalui BPBD Provinsi Bali tersebut menjadi langkah konkret pemerintah dalam merespons bencana yang tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga mengguncang nilai spiritual masyarakat setempat.
Diketahui, empat bangunan utama di kawasan pura ambruk akibat terjangan angin kencang. Kerusakan meliputi bale paruman berukuran 18 x 7 meter dengan atap sirap bambu yang ditopang 24 pilar, bale murdamanik berukuran 5 x 5 meter, lumbung kelingking berukuran 2,5 x 2 meter, serta pelinggih penegtegan merta berukuran 1 x 1 meter. Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas persembahyangan dan kegiatan adat masyarakat.
Anggota DPRD Bali yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, I Made Suaprtha, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan respons cepat Pemerintah Provinsi Bali.
“Saya selaku Anggota DPRD Bali sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Bapak Gubernur Bali melalui BPBD Provinsi Bali. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami dalam upaya pemulihan pura,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran dana BTT tersebut tidak hanya mempercepat proses rekonstruksi bangunan yang rusak, tetapi juga menguatkan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga warisan budaya dan tempat suci.
Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai adat dan spiritual di Bali. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memastikan pura sebagai pusat kehidupan religius tetap lestari di tengah ancaman bencana alam.
Dengan dukungan yang telah diberikan, masyarakat kini optimistis proses perbaikan dapat segera rampung, sehingga aktivitas keagamaan di Pura Luhur Pucak Tinggah dapat kembali berjalan normal dan khidmat seperti sediakala.