
Analisnews.co.id, SUMBAWA BARAT — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa kecelakaan kerja tidak bisa semata-mata disederhanakan sebagai kesalahan individu atau human error. Menurutnya, pencegahan insiden kerja justru harus dimulai dari pembenahan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara menyeluruh di lingkungan perusahaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli dalam Diskusi Penguatan Budaya K3 bertema “Penguatan Budaya K3 dengan Pendekatan People-Centric Safety” yang digelar di PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Kamis (22/1/2026).
Menaker menjelaskan, kecelakaan kerja tidak hanya berdampak pada keselamatan pekerja, tetapi juga berimplikasi serius terhadap keberlangsungan bisnis. Mulai dari penurunan reputasi perusahaan, terhentinya proses produksi, keterlambatan pengiriman, pembatalan kontrak, hingga potensi sanksi dan pencabutan izin operasional.
“Masalah utama K3 hari ini bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi masih lemahnya budaya keselamatan dan sistem pengaman yang belum berjalan efektif,” ujar Yassierli.
Ia memaparkan bahwa sekitar 80 persen kecelakaan kerap dikaitkan dengan human error. Namun, dari angka tersebut, hanya sekitar 30 persen yang murni kesalahan individu, sementara 70 persen lainnya dipicu oleh kelemahan sistem, organisasi, dan manajemen kerja. Karena itu, pendekatan menyalahkan pekerja dinilai tidak menyelesaikan akar persoalan.
Pembenahan sistem K3, lanjut Yassierli, mencakup penerapan SOP yang jelas, penguatan peran Panitia Pembina K3 (P2K3), inspeksi rutin, safety briefing, pelatihan berkala, investigasi insiden yang berorientasi perbaikan, serta rekayasa teknis dan pengamanan kerja yang memadai.
Untuk memperkuat budaya keselamatan, Kementerian Ketenagakerjaan mendorong pendekatan people-centric safety yang menempatkan pekerja sebagai bagian dari solusi. Pendekatan ini dijalankan melalui strategi 5E, yakni education, engagement, engineering, enforcement, dan evaluation.
Di sisi lain, Kemnaker juga mengembangkan layanan K3 berbasis digital, termasuk penyempurnaan aplikasi Teman K3 dan penguatan sistem pelaporan kecelakaan kerja.
“K3 bukan sekadar angka statistik. Ini menyangkut nyawa, keberlanjutan usaha, dan kepercayaan. Sistem K3 yang kuat akan melindungi pekerja sekaligus menjaga produktivitas perusahaan,” tutup Yassierli.
REPORTER : Ayhano