
Banten — analisnews.co.id Dalam semangat meneladani perjuangan para ulama dan sultan terdahulu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten menggelar kegiatan Wisata Religi dan Napak Tilas Sejarah Islam ke kawasan Banten Lama, tepatnya ke makam Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jumat (07/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan kader dan pengurus PMII UNMA Banten dengan penuh antusias. Mereka berziarah, berdoa, serta mendalami nilai-nilai perjuangan dan dakwah yang diwariskan oleh Sultan Maulana Hasanuddin — sosok ulama sekaligus sultan pertama Kesultanan Banten yang dikenal teguh memperjuangkan Islam dan kemerdekaan bangsanya.
Ketua Komisariat PMII UNMA Banten, (Roy Fadilah putra ), dalam prolognya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi bentuk refleksi spiritual dan intelektual bagi seluruh kader PMII.
> “Kami ingin para kader memahami bahwa perjuangan PMII hari ini adalah lanjutan dari semangat dakwah dan pengabdian para ulama pendahulu. Maulana Hasanuddin bukan hanya tokoh sejarah, tetapi cermin jati diri pergerakan mahasiswa Islam yang berilmu, berakhlak, dan berjuang untuk umat dan bangsa,” ujarnya.
Belajar dari Sejarah dan Spirit Perjuangan Islam
Banten Lama dikenal sebagai pusat peradaban Islam di tanah Jawa bagian barat. Di kawasan ini berdiri megah Masjid Agung Banten dan kompleks makam para sultan, termasuk Sultan Maulana Hasanuddin. Melalui kunjungan ini, kader PMII diajak untuk menelusuri jejak sejarah penyebaran Islam di Banten sekaligus mengaitkannya dengan semangat keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan yang menjadi trilogi nilai PMII.
Dalam sesi refleksi, para kader melakukan sharing session dan pembacaan tahlil di area makam. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah serta memperdalam rasa cinta terhadap sejarah dan kebudayaan Islam di Nusantara.
Meneladani Jati Diri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
Kegiatan wisata religi ini juga menjadi sarana bagi kader PMII untuk meneguhkan jati diri sebagai kaum pergerakan. Seperti halnya Sultan Maulana Hasanuddin yang berjuang menyebarkan Islam dengan keilmuan dan keteguhan hati, kader PMII diharapkan mampu meneladani nilai-nilai tersebut dalam konteks perjuangan masa kini — baik di kampus, masyarakat, maupun dunia digital.
“Pergerakan bukan hanya soal aksi, tapi juga tentang pemaknaan nilai. Dengan berziarah, kita belajar menghargai sejarah dan menumbuhkan kesadaran spiritual agar perjuangan kita tetap berlandaskan nilai keislaman,” tutur salah satu kader PMII, (Eki).
Dari Banten Lama untuk Nusantara
Di penghujung kegiatan, rombongan PMII UNMA Banten melaksanakan doa bersama dan refleksi singkat di halaman Masjid Agung Banten. Suasana khidmat terasa ketika seluruh peserta menundukkan kepala, memanjatkan doa agar semangat dakwah dan perjuangan Sultan Maulana Hasanuddin terus hidup di dalam hati para kader muda PMII.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa PMII tidak hanya bergerak dalam ranah intelektual kampus, tetapi juga berperan aktif menjaga warisan spiritual dan budaya Islam di Indonesia. Dari Banten Lama, kader PMII UNMA Banten pulang dengan semangat baru — semangat untuk terus belajar, berjuang, dan berkhidmat bagi umat dan bangsa.