10
Februari
2026
Selasa - : WIB

Mendorong Aksi Iklim Inklusif Melalui Inisiatif Orang Muda di Indonesia

nurmala
nurmala
Februari 9, 2026 10:33 pm pada TERKINI

 

Image002

Head of Programmes UN Women Indonesia, Dwi Yuliawati; Presiden Green Welfare Indonesia, Nifa Rahma; bersama Tim Penulis menyerahkan Toolkit Aksi Iklim Orang Muda kepada Koordinator Pokja Pemantauan & Evaluasi Adaptasi Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup, Nuraeni S.Hut., M.E.S. Photo: UN Women/Christina Phan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta, 9 Februari 2026 – UN Women Indonesia bersama Green Welfare Indonesia meluncurkan Toolkit “Aksi Iklim Orang Muda yang Responsif Gender di Indonesia: Panduan Praktis Implementasi Proyek Komunitas yang Inklusif”. Toolkit ini bertujuan memberikan sumber pengetahuan yang dapat mendukung kelompok orang muda dalam membangun ide dan inisiatif iklim dengan memperhatikan kebutuhan khusus dari perempuan dan anak perempuan.

Toolkit Aksi Iklim yang Responsif Gender di Indonesia dikembangkan secara kolektif oleh orang muda dan diperkaya dengan praktik baik dan masukan substantif dari organisasi yang bergerak di isu lingkungan hidup dan kesetaraan gender, serta dikonsultasikan dengan kelompok orang muda melalui panggilan partisipasi terbuka. Toolkit ini menyediakan panduan langkah demi langkah untuk perencanaan, implementasi, pemantauan, dan pembelajaran proyek iklim yang mempertimbangkan dinamika gender, norma sosial, serta akses terhadap sumber daya di tingkat lokal.

Isi utama dari toolkit, yaitu:

  • Siklus proyek langkah demi langkah: dari memahami konteks hingga memperluas dampak.
  • Alat bantu untuk analisis gender dan iklim, pemetaan risiko, analisis pemangku kepentingan, dan refleksi.
  • Contoh dan praktik baik kelompok orang muda di Indonesia dalam aksi iklim
Image001

Anastasya Dea Samantha, perwakilan Tim Penulis “Toolkit Aksi Iklim Orang Muda yang Responsif Gender di Indonesia” memperkenalkan isi toolkit dan bagaimana menggunakannya untuk proyek iklim. Photo: UN Women/Christina Phan

 

 

Berdasarkan World Risk Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketiga negara di dunia dengan risiko bencana tertinggi. Lebih lanjut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengemukakan bahwa perempuan memiliki risiko 14 kali lebih tinggi menjadi korban bencana dibandingkan laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa bencana, termasuk yang diakibatkan oleh iklim, memberikan dampak berbeda bagi perempuan.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dr. Amurwani Dwi Lestariningsih dalam sambutannya mengatakan, “Toolkit ini hadir pada momen yang sangat penting ketika Indonesia sedang memperkuat komitmen iklim nasional dan global sekaligus memastikan bahwa transisi menuju pembangunan rendah karbon berjalan secara adil dan inklusif. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan terus mendorong integrasi perspektif gender di dalam seluruh kebijakan pembangunan nasional dan daerah.”

Acara peluncuran toolkit diikuti dengan diskusi panel bertajuk “Youth-Led Gender-Responsive Climate Action and National Targets: Where Do They Meet?” mengundang perwakilan orang muda penyusun toolkit, pemerintah, serta perwakilan organisasi non-profit untuk berbagi mengenai bagaimana keterlibatan orang muda dalam aksi iklim turut berkontribusi pada pencapaian target aksi iklim nasional.

Image003

Talkshow bertajuk “Bagaimana Orang Muda Berkontribusi terhadap Target Iklim dan Second Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia?” menghadirkan perwakilan dari pemerintah, organisasi masyarakat iklim, dan penulis toolkit, tentang pentingnya melibatkan orang muda dalam kebijakan iklim dan bagaimana inisiatif iklim orang muda dapat berkontribusi terhadap pencapaian target iklim Indonesia. Photo: UN Women/Christina Phan

Lokakarya dengan melibatkan 31 orang muda dari berbagai daerah di Indonesia dan dilaksanakan setelah acara peluncuran untuk menerapkan pembelajaran dalam toolkit, mulai dari analisis gender dasar, desain proyek iklim yang inklusif, hingga strategi perluasan dampak. Melalui proses ini, para peserta diharapkan mampu memperkuat kualitas proyek iklim yang telah mereka jalankan sekaligus membangun jejaring pembelajaran lintas daerah.

“Orang muda adalah kelompok yang paling merasakan konsekuensi kebijakan iklim hari ini. Jika pengalaman dan perspektif mereka tidak dihadirkan, maka kebijakan iklim berisiko hanya memberikan solusi jangka pendek yang mengabaikan keadilan,” ucap Dwi Yuliawati, Head of Programmes, UN Women Indonesia. “Toolkit yang diluncurkan hari ini adalah upaya untuk memastikan agar perspektif perempuan muda tercermin dalam komitmen kebijakan dan dalam praktik nyata di tingkat komunitas.”

Sementara itu, Green Welfare Indonesia menegaskan bahwa pendekatan responsif gender perlu diposisikan sebagai standar dasar dalam pelaksanaan proyek komunitas. “Pendekatan responsif gender seharusnya sudah menjadi praktik dasar dalam proyek komunitas, bukan sesuatu yang masih bersifat opsional,” ujar Nala Amirah, Pendiri Green Welfare Indonesia. “Meskipun partisipasi orang muda dan perempuan dalam aksi iklim semakin terlihat, tantangan saat ini adalah memastikan bahwa partisipasi tersebut menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Ke depan, perhatian perlu diarahkan pada kualitas keterlibatan, kejelasan hasil, dan keberlanjutan proyek, agar aksi iklim tidak berhenti pada proses, tetapi mendorong perubahan nyata di tingkat komunitas.”

Toolkit ini dikembangkan sebagai bagian dari program EmPower: Women for Climate-Resilient Societies (Phase II) yang diimplementasikan oleh UN Women bersama United Nations Environment Programme (UNEP). Program ini berfokus pada penguatan aksi iklim responsif gender, keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan lingkungan, serta pengembangan mata pencaharian tangguh iklim.

Peluncuran toolkit ini diharapkan dapat memperluas proyek iklim yang inklusif, dengan target digunakan oleh organisasi orang muda yang bergerak untuk aksi iklim di Indonesia serta membangun kemitraan multipihak guna mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia

 

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU