17
Februari
2026
Selasa - : WIB

Natasha Pramudita “Mendadak Dangdut”, Keluar dari Zona Nyaman dengan Irama Goyang

yadisuryadi
yadisuryadi
Februari 16, 2026 10:19 pm pada JAKARTA, MUSIK
IMG 20260216

Analisnews.co.id | Industri musik Indonesia kembali mendapat kejutan. Setelah lama dikenal sebagai penyanyi pop dengan napas balada yang kuat, Natasha Pramudita kini menantang dirinya sendiri lewat single terbaru berjudul “Mendadak Dangdut”.

Lagu berdurasi 3 menit 36 detik itu menjadi penanda eksplorasi baru Natasha di jalur dangdut—genre yang selama ini identik dengan warna musikal berbeda dari perjalanan kariernya.

Dalam konferensi pers di Rumah An Cafe, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (16/2), Natasha menyebut langkah ini sebagai upaya keluar dari zona nyaman.

> “Saya ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, sebuah warna baru yang tetap jujur dengan karakter musikal saya. Dangdut adalah bagian dari kekayaan musik Indonesia, dan lewat ‘Mendadak Dangdut’ saya ingin ikut merayakan keberagaman itu,” ujar Natasha.

Eksplorasi yang Terukur

“Mendadak Dangdut” ditulis oleh Janner Clay Siahaan, yang akrab disapa Tongclay Siahaan. Aransemen lagu ini diracik dengan sentuhan segar, memadukan karakter vokal Natasha yang matang dengan ritme dangdut yang enerjik.

Proses produksinya digarap Natasha bersama Edward Mamahit dan dirilis di bawah label Suara Cipta Nada.

Langkah ini terasa bukan sekadar “ikut-ikutan tren”, melainkan eksperimen musikal yang diperhitungkan. Dangdut di tangan Natasha terdengar sebagai ruang dialog antara pengalaman panjangnya di pop dengan denyut musik rakyat yang membumi.

Karier Panjang, Energi Baru

Natasha bukan nama baru. Kariernya dimulai sejak terpilih sebagai Gadis Sampul Favorit Pilihan Pembaca Majalah Gadis pada 1987. Ia kemudian melangkah ke dunia musik lewat ajang Asia Bagus dan terlibat dalam album OST Catatan Si Emon (1990) bersama Trio Vienna.

Album solonya, Bicaralah Kasih (1995), mengukuhkan namanya di kancah pop Indonesia lewat lagu hits berjudul sama. Sejak itu, Natasha menjelajah berbagai warna: dari pop arus utama, band TASS, hingga album religi yang melahirkan lagu-lagu seperti “Peristiwa Subuh”, “Sujud”, “Doaku”, dan “Shalawat Badar” bersama grup nasyid HASNA.

Tak hanya sebagai penyanyi, ia juga dikenal sebagai penulis lirik dan kolaborator lintas generasi. Ia pernah bekerja sama dengan Fadly, Opick, hingga Marshal dari Ada Band.

Rekam jejak inilah yang membuat langkahnya ke dangdut terasa sebagai pernyataan sikap: musik adalah ruang tanpa sekat.

Relevansi di Tengah Dinamika Industri

Di tengah industri yang cepat berubah—di mana lagu-lagu viral kerap datang dan pergi—Natasha memilih jalur yang tak instan. Ia merawat identitas, sekaligus membuka diri pada eksplorasi.

“Mendadak Dangdut” bukan hanya soal goyang dan irama. Ia menjadi simbol keberanian seorang musisi senior untuk terus beradaptasi, tanpa kehilangan akar.

Dengan pengalaman hampir empat dekade di industri hiburan, Natasha Pramudita menunjukkan bahwa relevansi bukan perkara usia, melainkan keberanian untuk terus bereksperimen. Dangdut, kali ini, menjadi panggung barunya.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU