03
Februari
2026
Selasa - : WIB

Nato Djoko Prayoto : Masih Terbuka Lebar Prospek Bisnis Bawah Laut

hartonojkt
hartonojkt
Agustus 1, 2025 10:10 am pada TERKINI
IMG 20250731 124136~3

Analisnews.co.id
Jakarta,31Juli 2025
Pameran Inamarine 2025 yang dugelar di JIExpo Kemayoran Jakarta menampilkan banyak kemajuan yang dicapai pelaku bisnis kelautan.

Salah satunya adalah kebutuhan akan kabel bawah laut.
Indonesia yang merupakan negara kepulauan tentunya sangat berkepentingan akan kebutuhan kabel bawah laut.

Bapak Nato Djoko Prayoto, Senior Advisor PT.Data Anugerah Bahari Nusantara yang ditemui awak media setelah acara talkshow Peluang Industri Maritim Menuju Indonesia Emas
menyampaikan
selain industri dari alat sambung kabel
kita juga memberikan jasa bagaimana kabel itu digelar, memperbaiki kabel yang putus di tengah laut.

Prospek kedepan terkait dengan pekerjaan bawah laut ini dengan kondisi banyak pulau ini masih terbuka peluang bisnisnya .
Karena konektivitas antar pulau itu masih tetap harus dibangun apalagi target atau perbaiki saat ini semua harus terkoneksi kabel memegang peranan penting dalam hal konektivitas dan kebutuhan digital di Indonesia ujar Nato.

Secara daya tahan kapasitas kemampuan kabel laut itu bisa sampai dengan 25 tahun tetapi memang prakteknya itu lebih dari 25 tahun masih bisa digunakan.

Sudah ada pabrikan kabel salah satunya adalah
PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI) Perusahaan ini merupakan produsen kabel serat optik di Indonesia dan satu-satunya produsen kabel di Indonesia yang mampu memproduksi kabel serat optik bawah laut. Mereka memiliki kapasitas produksi 2.500.000 km serat optik per tahun dan pabriknya berlokasi di Kawasan Industri Krakatau di Cilegon, Banten.

Mengenai kerusakan atau gangguan kabel bawah laut bagaimana merepair kabelnya jadi kabel ketika itu putus memang banyak penyebabnya contohnya adalah aktivitas manusia nelayan atau aktivitas semacam gempa bumi imbuh Nato.

Sebenarnya kalau ekspansi kita ini masih banyak potensi besar untuk pelaut-pelaut yang dalam potensi itu memang lebih sedikit dibandingkan laut-laut yang kurang dari 100 meter contohnya di
laut Jawa ini frekuensi gangguan itu masih sering oleh karena itu memang harus ada sinergitas

Luas laut Indonesia yang 70% potensi yang jelas perairan kita akan kabel bawah laut harapannya ke depan artinya banyak industri kabel laut itu bertumbuh kemudian sinergitas antara stakeholder di laut ini juga lebih baik betul dan kualitasnya sehingga bisa msewujudkan kejayaan laut Indonesia Emas 2045 pungkas Nato dengan semangat(har)

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU