Operasi Keselamatan Telabang 2026 memanfaatkan khotbah Jumat sebagai media penyampaian pesan tertib berlalu lintas dengan pendekatan yang humanis dan religius. Melalui mimbar masjid, pesan keselamatan disampaikan secara santun dan menyejukkan, sehingga mudah diterima oleh jamaah dari berbagai lapisan masyarakat.
Dalam khotbah Jumat tersebut, jamaah diajak untuk memahami bahwa tertib berlalu lintas merupakan bagian dari sikap saling menghormati dan menjaga keselamatan sesama. Kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta etika berkendara yang baik disampaikan sebagai wujud tanggung jawab moral dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara kepolisian dan tokoh agama dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Telabang 2026. Pendekatan humanis yang mengedepankan edukasi dan imbauan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat tanpa menimbulkan kesan represif.
Melalui pesan tertib berlalu lintas dalam khotbah Jumat, diharapkan tumbuh budaya disiplin dan kepedulian di jalan raya secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, Operasi Keselamatan Telabang 2026 diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.