
Sukamara – Medan jalan di wilayah Sukamara yang memiliki banyak tikungan dan turunan tajam menjadi alasan Satlantas Polres Sukamara menggencarkan sosialisasi anti-ODOL. Petugas memberikan edukasi khusus kepada kru Bus DAMRI mengenai risiko kehilangan keseimbangan saat bus membawa muatan berlebih di jalur berkelok selama Ops Keselamatan Telabang 2026, Rabu (11/02/2026) Pagi.
Petugas menjelaskan secara teknis bahwa gaya sentrifugal saat menikung akan jauh lebih besar jika bus dalam kondisi overload, yang dapat menyebabkan bus tergelincir atau terguling. Sosialisasi ini bertujuan membangun kewaspadaan sopir agar selalu memastikan beban kendaraan berada dalam batas aman. Kamseltibcarlantas sangat bergantung pada kemampuan sopir dalam mengenali batas kemampuan armadanya.
“Kami ajak kru bus memahami kondisi geografis jalan kita. Muatan berlebih sangat berbahaya di tikungan tajam, itulah sebabnya sosialisasi ODOL dan kamseltibcarlantas ini rutin kami laksanakan,” kata Kasat Lantas AKP Kukuh Prasetia Guna, S.H.
Sopir bus diajak untuk tidak memaksakan kecepatan saat membawa beban muatan maksimal di jalur tanjakan. Petugas juga mengingatkan pentingnya penggunaan gigi rendah saat menurun guna membantu pengereman mesin, mengingat beban berat akan membuat rem cakram cepat panas dan blong. Edukasi praktis ini disambut antusias oleh para pengemudi kawakan.
Kegiatan berakhir dengan komitmen sopir untuk lebih bijak dalam mengatur ritme berkendara dan berat muatan. Mereka menyadari bahwa keselamatan puluhan penumpang yang mereka bawa jauh lebih berharga daripada waktu perjalanan yang singkat namun berisiko. (HMS)