23
Januari
2026
Jumat - : WIB

Pemerintah Perketat Harga Pangan Jelang Ramadan

shanty
shanty
Januari 22, 2026 11:48 pm pada News
IMG 20260122 WA0040

Analisnews.co.id, JAKARTA – Pemerintah memperkuat langkah pengendalian harga pangan strategis menjelang bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 2026. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi pangan yang kerap mengalami tekanan saat periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stabilisasi harga pangan merupakan arahan langsung Presiden RI. Pemerintah, kata dia, telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan pelaku usaha pangan serta aparat penegak hukum guna memastikan harga jual tetap sesuai ketentuan.

“Pesan Presiden jelas, harga harus stabil. Tidak boleh ada pelaku usaha yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika ditemukan pelanggaran, Satgas Pangan Polri akan bertindak tegas,” ujar Amran di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Selain pengawasan ketat di seluruh rantai distribusi, pemerintah juga terus menggencarkan program intervensi pasar, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan lonjakan inflasi yang biasanya terjadi di awal Ramadan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi umum bulanan pada awal Ramadan 2025 mencapai 1,65 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, inflasi pangan atau volatile food dalam lima tahun terakhir tercatat masih berada dalam batas wajar, yakni di bawah 3 persen secara bulanan selama Ramadan dan Idulfitri.

Menjelang Ramadan 2026, inflasi pangan terakhir tercatat sebesar 2,74 persen pada Desember 2025. Pemerintah optimistis angka tersebut dapat ditekan melalui kombinasi pengawasan harga dan intervensi pasar, seiring kuatnya stok pangan nasional.

Amran menyebut stok beras nasional saat ini mencapai 3,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah akhir tahun. Ketersediaan minyak goreng, telur, bawang merah, hingga daging ayam juga dinilai aman hingga Idulfitri.

“Stok kuat, tidak ada alasan harga naik. Kita ingin produsen tersenyum, pedagang bahagia, dan konsumen tetap terlindungi selama Ramadan,” tutup Amran.

REPORTER : Ayhano

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU