03
Februari
2026
Selasa - : WIB

Pemerintah Salurkan 52.400 Ton Jagung untuk Peternak Rakyat Lewat Program SPHP 2025

shanty
shanty
September 26, 2025 12:47 pm pada News, TERKINI
IMG 20250926

Analisnews.co.id JAKARTA – Pemerintah resmi meluncurkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung 2025, Rabu (24/9/2025). Program ini digulirkan Badan Pangan Nasional (NFA) bersama Perum Bulog untuk menyalurkan 52.400 ton Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) ke peternak rakyat.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, penyaluran jagung akan difokuskan untuk peternak ayam ras petelur mandiri, khususnya skala mikro dan kecil. Harga ditetapkan Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.

“Saya cuma ingin 52.400 ton jagung ini sampai ke peternak dengan harga Rp5.500 per kilogram. Itu yang harus dijaga. Bulog dan Badan Pangan Nasional wajib memastikan distribusi sesuai juknis,” kata Arief.

Mekanisme Penyaluran SPHP Jagung

Pelaksanaan SPHP Jagung 2025 mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) SPHP Jagung di Tingkat Konsumen. Dalam juknis tersebut, peran masing-masing pihak diatur sebagai berikut:

NFA menetapkan target, harga, dan melakukan pemantauan.

Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menetapkan kriteria penerima, memverifikasi data, dan mengesahkan koperasi atau asosiasi penyalur.

Pemda membantu validasi dan pengawasan di lapangan.

Bulog menyalurkan jagung dari gudang ke koperasi atau asosiasi serta menyediakan sistem informasi elektronik.

Koperasi/Asosiasi Peternak menyalurkan ke anggotanya sesuai kuota.

Peternak penerima wajib menggunakan jagung untuk kebutuhan sendiri, tidak diperjualbelikan kembali.

Jaga Harga Telur dan Inflasi Pangan

Jagung menyumbang sekitar 40–50 persen dari biaya pakan ayam petelur. Kenaikan harga jagung akan langsung berdampak pada harga telur di pasar. Karena itu, distribusi SPHP Jagung diharapkan mampu menekan biaya produksi dan menjaga harga telur tetap stabil.

“Skema penyaluran, penerima, hingga mekanisme distribusi sudah jelas. Semua by name, by address. Kami pastikan tidak ada penyalahgunaan,” tegas Arief.

Program ini juga menjadi bagian dari misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan sekaligus menjaga inflasi pangan tetap terkendali.

Reporter: Shanty Rd

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU