02
April
2026
Kamis - : WIB

Peringati Hari Gizi Nasional, KAI Logistik Distribusikan 300 Paket Gizi Untuk Masyarakat Di Marunda

vritimes
Januari 28, 2026 11:33 am pada BISNIS
Peringati Hari Gizi Nasional, KAI Logistik Distribusikan 300 Paket Gizi Untuk Masyarakat Di Marunda

KAI Logistik menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) khususnya dalam momentum Memperingati Hari Gizi Nasional. Pada momentum ini, perusahaan berkolaborasi dengan Rumah Zakat menyalurkan 300 paket gizi kepada masyarakat di wilayah Marunda, Jakarta Utara, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Bantuan paket gizi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dasar sekaligus mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya pola konsumsi makanan bergizi dalam kehidupan sehari-hari.

Manager of Public Relations KAI Logistik, Adjeng Putri Adhatu, mengungkapkan, “Pelaksanaan program TJSL ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek sosial ke dalam operasional bisnis yang berkelanjutan. Momentum Hari Gizi Nasional kami maknai sebagai pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, perusahaan berupaya memberikan kontribusi nyata yang sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs),”

Secara khusus, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs Tujuan 2 Tanpa Kelaparan, melalui dukungan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, SDGs Tujuan 3 yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan mendorong peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan serta SDGs Tujuan 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan setempat.

Paket gizi yang dibagikan berisi kebutuhan nutrisi dasar guna membantu pemenuhan asupan gizi seimbang bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak, lansia dan Ibu hamil. Program ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menurunkan angka masalah gizi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. Kegiatan penyaluran paket gizi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Marunda, yang merasakan langsung manfaat kehadiran perusahaan melalui program sosial yang tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Program TJSL ini juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menciptakan kebermanfaatan secara lebih luas, di mana keberhasilan bisnis tumbuh seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitar. Perusahaan meyakini bahwa keberlanjutan hanya dapat tercapai apabila dunia usaha turut berperan aktif dalam menjawab tantangan sosial yang dihadapi masyarakat” tutup Adjeng.

Tentang KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis hingga layanan door to door service untuk memberikan pelayanan yang excellent bagi Pelanggan. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Mengusung tagline KAI Logistik, ispossible! yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi yaitu KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Disalin

Pos Terkait

November 20, 2025 7:42 am
Tokoh Logistik Nasional Bongkar Penyebab Biaya Logistik Termahal di Asia TenggaraBiaya logistik Indonesia mencapai 14,9% dari PDB, yang mana tertinggi di Asia Tenggara, yang disebabkan oleh empat faktor utama yang menghambat daya saing, yaitu: proteksi industri truk dan oligopoli, mahalnya infrastruktur tol, fluktuasi nilai tukar Rupiah, serta kompleksitas regulasi dan birokrasi; namun, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), Daniel Budi Setiawan, menawarkan solusi strategis melalui digitalisasi logistik dengan aplikasi muatmuat yang bertujuan mengoptimalkan utilitas armada, meningkatkan transparansi pasar, dan menekan biaya suku cadang guna menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan kompetitif. JAKARTA – Biaya logistik Indonesia yang masih mencapai 14,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), tertinggi di Asia Tenggara dan jauh di atas rata-rata negara maju (8-9%) dinilai menjadi ancaman serius bagi daya saing ekonomi nasional. Menurut Ir. Daniel Budi Setiawan, CEO PT AZLogistik Dot Com (muatmuat), tingginya biaya logistik mencerminkan masih rendahnya efisiensi rantai pasok nasional yang berimbas langsung pada harga produk dan daya beli masyarakat. “Angka 14,9% ini sangat membebani. Biaya tersebut akhirnya ditransfer ke harga jual produk, membuat barang-barang kita kurang kompetitif di pasar global,” ujar Daniel. Empat Faktor Penghambat Efisiensi Logistik Nasional Berdasarkan pengalaman Daniel selama puluhan tahun memimpin perusahaan logistik PT. Siba Surya yang punya aset ribuan truk dari yang awalnya hanya belasan, terdapat empat variabel utama yang berkontribusi terhadap tingginya biaya logistik Indonesia, di mana sebagian besar masih berada dalam kendali kebijakan pemerintah. 1. Proteksi Industri Truk (Kartel Pabrikan): Kebijakan proteksi yang sudah berjalan lebih dari lima dekade terhadap merek truk asal Jepang seperti Fuso, Hino, Isuzu, dan Nissan Diesel menyebabkan harga barang modal meningkat drastis. “Sampai saat ini, commercial vehicle masih dibebani bea masuk 35-45%. Empat merek besar itu berada dalam posisi oligopoli. Kalau mereka sepakat menaikkan harga, pasar tidak punya pilihan lain,” tegas Daniel. 2. Infrastruktur Tol yang Mahal: Tidak seperti di negara maju, di mana pajak kendaraan sudah mencakup hak menggunakan jalan bebas hambatan, Indonesia masih menerapkan sistem tol berbayar yang dianggap mahal bagi pelaku transportasi barang. Hal ini menambah biaya transportasi logistik di luar pajak kendaraan tahunan. 3. Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah: Ketergantungan terhadap suku cadang dan bahan bakar impor membuat biaya operasional sangat sensitif terhadap pelemahan rupiah. Setiap perubahan kurs berpotensi menaikkan ongkos logistik secara signifikan. 4. Regulasi dan Birokrasi: Kompleksitas perizinan, pajak ganda (PPN, PPh, Bea Masuk, PKB, KIR), serta birokrasi antarinstansi memperpanjang proses dan meningkatkan biaya distribusi nasional. Peran Swasta: Mendorong Efisiensi dan Transparansi Meski tiga dari empat faktor tersebut bersifat makro, sektor swasta dinilai tetap memiliki ruang untuk mendorong efisiensi melalui inovasi dan digitalisasi logistik. Berbekal pengalaman puluhan tahun menghadapi kompleksitas industri logistik, Daniel menghadirkan muatmuat sebagai solusi strategis bagi pelaku logistik untuk memangkas biaya dan membuka efisiensi baru dalam rantai pasok Indonesia. Daniel mencontohkan langkah-langkah yang dapat diambil industri untuk mengurangi beban biaya, seperti: 1. Mengoptimalkan Utilisasi Armada: Mengurangi jumlah truk yang kembali kosong (empty return) dengan sistem pencocokan muatan digital di fitur Transport Market. 2. Meningkatkan Transparansi Pasar: Menghubungkan pengirim dan transporter secara langsung agar rantai distribusi lebih efisien dan biaya mark-up berkurang. 3. Digitalisasi Suku Cadang: di muatmuat juga tersedia Platform e-commerce bernama muatparts khusus logistik dapat menghadirkan harga suku cadang yang lebih kompetitif untuk menekan biaya operasional transportasi. “Kami percaya efisiensi pasar dapat dicapai lewat kolaborasi dan keterbukaan data. Semakin terhubung pelaku logistik nasional, semakin sehat pula industrinya,” tambah Daniel di podcast bersama Helmy Yahya. Aplikasi muatmuat, yang dikembangkan oleh Daniel Budi Setiawan dan kini telah dipercaya oleh puluhan ribu pelaku logistik nasional sejak mulai dipasarkan pada 2024, menjadi contoh nyata kontribusi sektor swasta dalam membangun ekosistem logistik yang lebih efisien, transparan, dan berdaya saing. Karakter yang Dibutuhkan untuk Bertahan di Industri Logistik Bagi Daniel, industri logistik adalah arena yang menuntut ketahanan mental, disiplin, dan keberanian untuk terus bergerak. “Yang bisa survive di industri ini adalah mereka yang punya dedikasi penuh dan mental petarung,” ujarnya. Berhenti sejenak saja bisa tersingkir oleh mekanisme pasar, sehingga ekspansi dan adaptasi menjadi kunci untuk bertahan. Pengalaman panjang Daniel menghadapi kerasnya industri transportasi membentuk pemahaman bahwa banyak pelaku logistik sebenarnya mampu tumbuh, asal prosesnya dibuat lebih sederhana, efisien, dan terukur. Dari sinilah muatmuat lahir: sebagai perpanjangan dari semangat bertarung itu. Bukan sekadar platform, tetapi alat yang membantu pelaku industri meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya operasional, dan tetap kompetitif di tengah tantangan. Bagi Daniel, logistik memang keras, tapi selalu memberi ruang bagi mereka yang cukup kuat dan cukup berani untuk terus maju. Tentang muatmuat muatmuat hadir dengan visi menjadi produk yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat logistik di Indonesia. khususnya yang berdampak kepada : 1. Rendahnya daya beli masyarakat 2. Rendahnya kualitas atau nilai kompetitif sebuah produk/jasa, dan 3. Roda perekonomian di Indonesia Berbekal pengalaman nyata selama 4 generasi di bidang logistik serta teknologiyang handal, kami siap bersama pemangku kepentingan berkolaborasi mengemban misi dalam mendigitalisasi dan membangun industri logistik yang berkelanjutan. Kami turut mengajak masyarakat logistik untuk tergabung, saling terhubung dan jalan mudah bersama kami. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU