15
Februari
2026
Minggu - : WIB

Polres Bangka Barat Rilis Peta Titik Rawan Buaya, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

jonkenedy
jonkenedy
Februari 15, 2026 1:44 am pada News, TERKINI
IMG 20260214 WA0375

Polres Bangka Barat merilis data pemetaan daerah rawan buaya dan hewan buas di wilayah Kabupaten Bangka Barat pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Pemetaan tersebut mencakup enam kecamatan dengan puluhan titik yang dinilai berpotensi menjadi habitat maupun jalur lintasan satwa liar, terutama di kawasan sungai, kolong bekas tambang, pesisir, dan hutan bakau.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengatakan data ini disusun berdasarkan laporan masyarakat, patroli anggota di lapangan, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.

“Rilis ini sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus langkah pencegahan. Kami ingin masyarakat mengetahui lokasi rawan agar bisa meningkatkan kewaspadaan,” ujar AKBP Pradana Aditya Nugraha, Sabtu (14/2/2026).

IMG 20260214 WA0374Menurut dia, sebagian besar titik berada di wilayah perairan yang memang memiliki potensi sebagai habitat buaya.

Kecamatan Mentok
Titik rawan meliputi Pantai Batu Rakit, Kolong Jep, dan Pantai Tembelok (Kelurahan Tanjung), Pantai Peltim (Sungai Baru), serta Kolong PAM Dusun Terabek dan Sungai Dusun Sukal (Desa Belo Laut).

Kecamatan Simpang Teritip
Lokasi rawan berada di aliran Sungai Desa Peradong, Berang, dan Mayang.

Kecamatan Kelapa
Di Kecamatan Kelapa, titik rawan tersebar di Sungai Butun, Sungai Belit, Sungai Rangkui, Sungai Kayu Arang, Sungai Mancung, Sungai Limang, Sungai Dusun Payak, Dermaga Pusuk, hingga perairan Pulau Mentubung serta sejumlah aliran sungai area persawahan.

Kecamatan Tempilang
Titik rawan berada di kawasan perkebunan sawit, Kolong Bait, Sungai Penyampak, Sungai Tanjung Niur, Hutan Bakau Berembang, hingga Pantai Pasir Kuning.

Kecamatan Jebus dan Parit Tiga
Di Jebus dan Parit Tiga, titik rawan berada di Sungai Kendung, Sungai Pancur, Sungai Antan, Sungai Bunut, sejumlah kolong bekas tambang, hingga Pantai Tanjung Ru.

AKBP Pradana menegaskan masyarakat diminta tidak mandi atau berenang di titik yang telah dipetakan rawan, serta segera melapor apabila melihat kemunculan buaya.

Polres Bangka Barat memastikan pemetaan ini akan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan situasi di lapangan,

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila melihat atau mengetahui keberadaan buaya di sekitar permukiman maupun lokasi aktivitas warga.

IMG 20260214 WA0373“Apabila masyarakat melihat langsung kemunculan buaya atau menemukan tanda-tanda keberadaannya di sungai, kolong, maupun pesisir, segera laporkan. Jangan mencoba mendekat atau melakukan tindakan sendiri yang berisiko,” ujar AKBP Pradana.

Ia menegaskan, warga dapat menghubungi layanan darurat Kepolisian melalui Call Center 110 yang aktif selama 24 jam dan tidak dipungut biaya.

“Silakan hubungi Call Center 110. Layanan ini gratis dan siap menerima laporan masyarakat kapan pun. Informasi yang cepat dari warga sangat membantu kami dalam melakukan langkah penanganan,” katanya.

Kapolres menambahkan, partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan, terutama di wilayah yang telah dipetakan sebagai titik rawan.analisnews.co.id

 

M.Jhon Kenedy

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU