
Polsek Benua Lima, melaksanakan kegiatan sosialisasi Zona Integritas (ZI) kepada masyarakat di Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, pada Senin, 23 Februari 2026, pukul 11.05 Wib hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh personel Polsek Benua Lima, yakni AIPTU A. Chamid, AIPDA Aulia Rahman, BRIPKA Body Satria, BRIGPOL Thomas, BRIPDA Rustendi, dan BRIPDA Wahyu Ramadhan.
Sosialisasi ini menyasar masyarakat Kelurahan dan Desa di wilayah Kecamatan Benua Lima dengan tujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya membangun wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Personel Polsek Benua Lima memberikan arahan secara lisan mengenai prinsip-prinsip Zona Integritas dan komitmen Polres Barito Timur dalam melayani masyarakat tanpa pungutan biaya atau imbalan apapun.
Dalam kegiatan tersebut, personel juga melakukan sesi foto bersama dengan spanduk bertuliskan “Stop Korupsi” sebagai bentuk kampanye publik untuk mendukung Polres Bartim menuju wilayah bebas dari korupsi.
Hasil yang dicapai dari kegiatan ini, masyarakat Kelurahan dan Desa di Kecamatan Benua Lima memahami bahwa seluruh pelayanan Polres Bartim, khususnya di Polsek Benua Lima, diberikan secara transparan dan gratis. Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam mendukung terciptanya pelayanan publik yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Selama kegiatan berlangsung, situasi aman, kondusif, dan partisipasi masyarakat sangat baik. Dokumentasi kegiatan telah lengkap dan tersimpan sebagai laporan resmi Polsek Benua Lima.
Kapolsek Benua Lima, **IPDA Ichvan Herianto, S.H., M.M.**, menyampaikan bahwa sosialisasi Zona Integritas merupakan bagian dari upaya Polri dalam membangun kepercayaan publik dan menegakkan pelayanan yang bebas dari praktik korupsi.
“Kami hadir di tengah masyarakat untuk menyampaikan komitmen Polres Barito Timur dalam melayani secara bersih, transparan, dan profesional. Dukungan masyarakat sangat penting agar wilayah kita benar-benar menjadi wilayah bebas dari korupsi,” ujar Kapolsek.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami mekanisme pelayanan publik, serta mengajak masyarakat ikut mengawasi agar setiap pelayanan berjalan sesuai aturan dan akuntabel.(joe)