
Barito Timur – Jajaran Polsek Dusun Tengah Polres Barito Timur bergerak cepat menindaklanjuti temuan titik panas (hotspot) berdasarkan pantauan satelit NASA-SNPP di wilayah hukumnya. Pengecekan lapangan dilakukan pada Rabu, 25 Maret 2026, guna memastikan kondisi riil di lokasi sekaligus melakukan langkah penanganan dini.
Berdasarkan data satelit, hotspot terdeteksi pada Selasa, 24 Maret 2026 pukul 13.18 WIB, tepatnya di koordinat -1.91271, 115.14405 yang berada di wilayah Desa Tampa, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Dusun Tengah langsung melakukan ground check ke lokasi sesuai titik koordinat GPS.
Kapolsek Dusun Tengah IPTU Suprayitno, S.H., M.M. menjelaskan bahwa kegiatan pengecekan dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan jarak tempuh sekitar 17 kilometer dan waktu perjalanan kurang lebih 32 menit. Setibanya di lokasi, petugas menemukan titik hotspot berada di lahan milik warga yang sengaja dibakar untuk keperluan pembukaan lahan dengan luas kurang lebih 0,4 hektare.
“Begitu tiba di lokasi, anggota langsung melakukan upaya pemadaman terhadap sisa api agar tidak meluas. Langkah cepat ini penting untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih besar,” ujar Kapolsek.
Dalam kegiatan tersebut, dua personel Polri yang terlibat yakni AIPDA Isa dan AIPDA Vino. Peralatan yang digunakan meliputi dua unit kendaraan roda dua serta perangkat GPS berupa handphone Android untuk navigasi lokasi.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Desa Tangkum serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Sinergi ini dilakukan sebagai langkah preventif dalam meningkatkan kewaspadaan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli serta pengawasan terhadap potensi karhutla, khususnya di musim rawan kebakaran. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko besar menimbulkan kebakaran yang tidak terkendali serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
“Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan. Kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla,” tutup IPTU Suprayitno.
Dengan respons cepat dan langkah penanganan yang tepat, kebakaran berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke area lain, serta situasi kamtibmas tetap terjaga aman dan kondusif.(Joe)