
Analisnews.co.id, JAKARTA, 12 Februari 2026 — Penipuan berbasis dokumen digital kian meningkat seiring pesatnya adopsi teknologi di Indonesia. Dokumen yang tampak resmi dengan kop surat, tanda tangan, hingga QR code kini semakin sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menipu masyarakat dan pelaku usaha. Data Indonesia Anti Scam Center (IASC) OJK mencatat kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp9,1 triliun dari lebih 411 ribu laporan sepanjang November 2024 hingga Desember 2025.
Menanggapi kondisi tersebut, perusahaan penyelenggara sertifikat elektronik Privy meluncurkan inisiatif #CekDuluBaruPercaya yang didukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kampanye ini mendorong masyarakat membangun kebiasaan memverifikasi dokumen digital sebelum mempercayai atau menindaklanjutinya. Peluncuran inisiatif ini bertepatan dengan peringatan Safer Internet Day 2026 sebagai bagian penguatan ekosistem kepercayaan digital nasional.
Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi, Teguh Arifiyadi, menegaskan pentingnya budaya verifikasi di tengah transformasi digital. Menurutnya, banyak dokumen digital terlihat meyakinkan namun tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Ia menyebut kehadiran kanal verifikasi publik mempermudah masyarakat memastikan keaslian dokumen secara mandiri.
CEO & Founder Privy, Marshall Pribadi, mengatakan tantangan utama era digital bukan sekadar teknologi, melainkan cara membangun kepercayaan. Ia menekankan bahwa kepercayaan digital harus berbasis verifikasi, bukan tampilan visual. Hingga kini, Privy mengklaim telah mencegah 122 juta upaya fraud di platformnya.
Sejak berdiri pada 2016, lebih dari 138 juta dokumen telah diverifikasi menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi Privy. Angka ini mencerminkan meningkatnya kesadaran penggunaan dokumen digital yang sah dan aman.
Pelaku UMKM sekaligus content creator, Tenny Daud, menilai verifikasi dokumen kini menjadi kebutuhan operasional bisnis. Ia menyebut proses verifikasi dapat dilakukan kurang dari 30 detik, namun berdampak besar terhadap keamanan transaksi.
Privy dan Komdigi berharap kebiasaan verifikasi dapat menjadi budaya digital baru agar ekosistem online Indonesia tumbuh lebih aman, terpercaya, dan berkelanjutan.
Reporter : Ayhano