05
Maret
2026
Kamis - : WIB

Program Gizi Nestlé Indonesia Turunkan Underweight 22,5%, Perkuat Upaya Cegah Stunting

shanty
shanty
Maret 5, 2026 12:48 am pada BISNIS
IMG 20260305

Analisnews.co.id, JAKARTA — Nestlé Indonesia menegaskan dampak nyata Program Pendampingan Gizi 2025 dalam mendukung pencegahan stunting melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis pemantauan. Program yang berlangsung selama enam bulan, Juli 2025–Januari 2026, ini menjangkau 598 keluarga dengan anak berisiko stunting di Karawang, Batang, dan Pasuruan.

Bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), TP PKK daerah, akademisi IPB, serta mitra lapangan, intervensi difokuskan pada deteksi dini anak dengan berat badan stagnan. Hasil pemantauan menunjukkan penurunan prevalensi underweight dan severe underweight sebesar 22,5%, disertai perbaikan indikator pertumbuhan dan peningkatan pemahaman keluarga terkait pemenuhan energi serta zat gizi esensial.

Marketing Manager Nestlé Indonesia, Ankur Mittal, menegaskan keberhasilan program tak hanya diukur dari capaian angka. “Dampak terpenting adalah perubahan perilaku berkelanjutan di tingkat keluarga dan komunitas. Intervensi ini dirancang berbasis bukti, dengan monitoring rutin dan kemitraan lintas sektor,” ujarnya.

Intervensi dilakukan melalui pemberian satu butir telur dan satu gelas susu setiap hari selama enam bulan, disertai edukasi keluarga serta pendampingan 147 kader. Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Ali Khomsan, menyebut pendekatan sederhana yang konsisten mampu memberi dampak signifikan pada berat dan tinggi badan anak.

Dari sisi pemerintah, Pit. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Yuni Hastutiningsih, menilai kolaborasi swasta dan pemerintah memperluas jangkauan intervensi serta mempercepat perubahan perilaku.

Program ini juga memperkuat kapasitas kader dan keluarga dalam praktik gizi seimbang, PHBS, serta keamanan pangan. Nestlé menyatakan inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen global perusahaan untuk mendukung 50 juta anak hidup lebih sehat pada 2030. Ke depan, pendekatan preventif berbasis komunitas akan terus diperkuat guna memastikan praktik gizi baik dapat diterapkan lebih dini dan berkelanjutan.

Reporter:Ayhano

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU