02
April
2026
Kamis - : WIB

Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema, Festival Film Muda Jadi Motor Ekonomi Kreatif

yadisuryadi
April 2, 2026 9:07 pm pada Entertainment, JAKARTA

Analisnews.co.id | Jakarta — Peringatan Hari Film Nasional tahun ini menjadi momentum penting bagi penguatan industri perfilman di ibu kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri Jakarta Youth Film Festival 2026 yang digelar di Perpustakaan Nasional, Kamis (2/4).

Dalam kesempatan tersebut, Rano menegaskan bahwa industri film merupakan salah satu subsektor unggulan ekonomi kreatif yang memiliki dampak luas, tidak hanya dari sisi budaya, tetapi juga ekonomi. Namun, ia menyoroti masih minimnya dukungan pembiayaan dari sektor perbankan terhadap industri ini.

“Selama puluhan tahun saya berkecimpung di dunia film, belum ada perbankan yang secara serius membiayai industri ini karena dianggap berisiko tinggi. Padahal, kekuatan utama industri kreatif terletak pada kekayaan intelektual atau intellectual property yang nilainya sangat besar,” ujarnya.

Data tahun 2024 menunjukkan jumlah penonton film di Indonesia mencapai 122 juta orang, dengan sekitar 85 persen di antaranya menyaksikan film nasional. Capaian ini menandakan film Indonesia telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus memiliki potensi ekonomi yang signifikan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Rano, berkomitmen memperkuat ekosistem perfilman melalui berbagai kebijakan, termasuk rencana pembentukan Jakarta Film Commission serta pemberian insentif fiskal.

“Kami masih memiliki dana insentif pajak tontonan sekitar Rp84 miliar yang akan dikembalikan kepada produser untuk mendorong produksi film. Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai kota sinema,” katanya.

Dukungan juga datang dari Bank Indonesia yang berkolaborasi dalam penyelenggaraan festival tersebut. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memperkuat industri film, terutama dengan melibatkan generasi muda.

Menurut dia, industri film memiliki efek berganda (multiplier effect) yang mampu menggerakkan sektor lain seperti pariwisata, kuliner, transportasi, hingga fesyen. Festival ini juga menghadirkan pemutaran film pendek serta diskusi bersama insan perfilman, di antaranya Riri Riza dan Prilly Latuconsina.

Mengusung tema “Jakarta Kota Kita”, festival ini diharapkan menjadi ruang lahirnya karya-karya kreatif berbasis perspektif lokal. Lebih jauh, ajang ini juga memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing, melalui kolaborasi antara pemerintah, otoritas moneter, serta para pelaku industri kreatif.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU