Muara Teweh, 17 November 2025 – Satpolairud Polres Barito Utara terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perairan. Pada Senin, 17 November 2025, personel Satpolairud Polres Barito Utara melaksanakan kegiatan patroli rutin di perairan DAS Barito, Kabupaten Barito Utara, untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan patroli tersebut melibatkan 3 personel Satpolairud, yaitu Aiptu Haris Fadilah, Briptu Dimas Iman Akbary, dan Briptu Hendy Nopiannor dengan menggunakan Kapal Polisi XVII-2004-31. Selama pelaksanaan patroli, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun pelanggaran hukum.
Selain patroli perairan, Satpolairud Polres Barito Utara juga melaksanakan giat sambang Polmas perairan sebanyak 5 kali kepada masyarakat pesisir dan pengguna transportasi sungai. Dalam kegiatan tersebut, personel memberikan imbauan kamtibmas serta edukasi terkait keselamatan di perairan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan bersama.
Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Barito Utara, Iptu Novendra W.P menyampaikan bahwa patroli rutin di wilayah sungai merupakan salah satu upaya strategis Polres Barito Utara dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari potensi gangguan.
“Patroli perairan ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya di wilayah sungai yang menjadi jalur vital aktivitas ekonomi. Kami memastikan bahwa Satpolairud Polres Barito Utara selalu siap memberikan pelayanan terbaik guna menjaga kamtibmas tetap kondusif,” ujar Iptu Novendra.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polres Barito Utara terus mengoptimalkan kegiatan preemtif dan preventif melalui sosialisasi kepada masyarakat pesisir agar lebih peduli terhadap keselamatan berlayar dan tertib dalam aktivitas perairan.
Dengan kehadiran aktif Satpolairud Polres Barito Utara di lapangan, diharapkan situasi perairan DAS Barito tetap aman, nyaman, dan mendukung seluruh kegiatan masyarakat yang memanfaatkan jalur sungai sebagai sarana mobilitas dan perekonomian.