03
Februari
2026
Selasa - : WIB

SCG GELAR ESG SYMPOSIUM INDONESIA 2025, TRANSISI RENDAH KARBON MENUJU EKONOMI BERKELANJUTAN

nurmala
nurmala
Desember 2, 2025 10:01 pm pada TERKINI

AnalisNews.id – Jakarta, 2/12/2025.

SCG Indonesia menggelar Agenda tahunan ESG Symposium Indonesia 2025 di Ritz Carlton- Mega Kuningan, Jakarta pada Senin, 2 Desember 2025. Acara ini menjadi platform strategis bagi dunia usaha untuk memperkuat komitmen terhadap transisi rendah karbon sekaligus meningkatkan kesiapan nasional menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

SCG ESG Symposium 2025 Indonesia mengangkat tema “Decarbonizing for Our Sustainable Tomorrow”, menegaskan komitmen SCG dalam mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon dan memperkuat penerapan prinsip circular economy di seluruh rantai nilai.

SCG – Siam Cement Group, menegaskan bahwa prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) kini menjadi pilar utama dalam keberlanjutan bisnis. Penerapan ESG dipandang sebagai kebutuhan yang tak terelakkan di tengah tuntutan global untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Melalui simposium tersebut, SCG mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan sebagai kunci percepatan transformasi hijau. Kerja sama yang terbangun antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat diyakini mampu menciptakan ekosistem yang lebih adaptif dan tangguh dalam menghadapi tantangan era transisi energi dan ekonomi hijau.

Perusahaan menilai percepatan dekarbonisasi, adopsi teknologi bersih, dan penguatan ekonomi sirkular merupakan syarat penting bagi daya saing Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Melalui forum ini, SCG membuka ruang dialog terbuka antara pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, akademisi, dan masyarakat sipil untuk menghadirkan aksi iklim yang terukur.

ESG Symposium Indonesia 2025 menyajikan tiga rangkaian sesi tematik yang menggali isu-isu strategis, yaitu:

• Dekarbonisasi — membahas langkah konkret pengurangan emisi dan penguatan penggunaan energi ramah lingkungan.

• Ekonomi Sirkular — menekankan optimalisasi pemanfaatan sumber daya dan pengurangan limbah melalui pendekatan berulang guna.

• Kolaborasi PPPP (Public–Private–People Partnership) — mengupas pentingnya kemitraan menyeluruh antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mempercepat implementasi agenda berkelanjutan.

Bersama para pemimpin dan mitra strategis, SCG terus mendorong inovasi dan kolaborasi untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Disampaikan oleh Thammasak Sethaudom, President & CEO SCG,  “Perjalanan Indonesia menuju Net Zero 2060 membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Hal ini membutuhkan. kerjasama, inovasi, dan inklusi. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah kita harus bertindak tetapi seberapa cepat dan seberapa kolaboratif kita dapat bergerak, sembari memastikan transisi ini tetap adil dan tidak meninggalkan siapa pun. Berpedoman pada prinsip Inclusive Green Growth, SCG tetap berkomitmen untuk bekerja bersama pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dalam mendukung transformasi berkelanjutan Indonesia.”

Muhammad Taufiq, ST., M.T., Sekretaris Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), juga menegaskan, “Pemerintah Indonesia telah menegaskan komitmennya untuk mencapai Net Zero Emissionpada pertengahan di abad ini, serta meningkatkan ambisi kontribusi penurunan emisi dalam bentuk dokumen emisi. Namun, komitmen di atas kertas tidak akan berarti tanpa adanya transformasi nyata di sektor lingkungan, terutama khususnya di sektor industri.”

Sebagai bentuk komitmen nyata, sesi Joint Declaration telah dilaksanakan dalam sesi “Circular Future Collaboration and Commitment: Declaration for Greener Tomorrow”. Deklarasi ini merupakan perwujudan konkret dari model Public, Private, People Partnership (PPPP), yang menyatukan salah satu anak perusahaan SCG, PT Semen Jawa, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, mitra swasta, yang dimana termasuk mitra perusahaan SCG: PT Pratama Abadi Industri, PT Glostar Indonesia, PT Pou Yuen Indonesia, PT Feng Tay Indonesia Enterprises, PT Panasonic Gobel Life Solution Manufacturing Indonesia, PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Indah Tbk), serta perwakilan komunitas SCG Warrior Mentari yang merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat SCG. Deklarasi ini menguatkan kolaborasi dalam pengembangan solusi keberlanjutan. Selama sesi tersebut, SCG bersama seluruh pemangku kepentingan utamanya berkomitmen untuk berkontribusi terhadap target nasional dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK), memastikan kolaborasi yang berkelanjutan, serta secara kolektif melibatkan semua pihak untuk mempercepat transisi menuju Indonesia yang lebih hijau, inklusif, dan kompetitif. Dengan menyatukan seluruh pemangku kepentingannya, SCG bertekad untuk memperkuat sinergi dan memperluas dampak kolaborasi demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih hijau, lebih inklusif, dan berkelanjutan. Deklarasi bersama ini adalah buktinyata komitmen perusahaan untuk mewujudkan tujuan bisnis Inclusive Green Growth, di mana SCG melibatkan semua pemangku kepentingan penting, mulai dari komunitas, pelaku industri, hingga pemerintah, untuk memajukan upaya ekonomi sirkular dan dekarbonisasi di Indonesia.

Warit Jintanawan, Country Director SCG Indonesia, menegaskan mengenai tekad terhadap model kerjasama Public-Private People Partnership (PPPP). “Penandatanganan deklarasi hari ini adalah bukti bahwa kolaborasi adalah kunci utama untuk mempercepat keberlanjutan. Melalui model PPPP, kami dapat menggabungkan kekuatan kebijakan publik, keahlian industri, dan partisipasi masyarakat untuk menghasilkan dampak nyata dan skala besar, khususnya dalam upaya dekarbonisasi dan penanganan limbah.”

 

Semua inisiatif dan kegiatan SCG berlandaskan pada tujuan bisnis Inclusive Green Growth, yang bertujuan untuk mengintegrasikan kepentingan bisnis dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Melalui forum ini, SCG berharap dapat memperluas wawasan, mendorong inovasi, serta memfasilitasi pertukaran pengalaman terbaik di bidang keberlanjutan. Harapannya, simposium ini menjadi katalis yang memperkuat langkah Indonesia menuju masa depan ekonomi yang lebih hijau, resilien, dan inklusif.

Selain daripada itu, melalui gelaran ESG Symposium 2025, SCG berharap pertemuan ini dapat menjadi titik tolak bagi para pemangku kepentingan untuk bertindak lebih cepat, terukur, dan terintegrasi. Dengan mengintegrasikan pertumbuhan ekonomidan stabilitas lingkungan, SCG optimis target Indonesia Emas 2045 dan Net Zero Carbon 2060 dapat tercapai, menjamin masa depan yang tangguh dan berkelanjutan bagi Indonesia

#NurmalaDewi

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU