
Analisnews.co.id | Jakarta – Grup musik legendaris Spirit Band resmi kembali ke panggung musik Tanah Air lewat proyek bertajuk Spirit 86 Reborn. Showcase perdana digelar di Fat & Sim, Ra Suites Hotel, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Senin (16/2/2026) malam.
Spirit 86 Reborn dipimpin langsung oleh pendiri aslinya, Eramono Soekarjo, dengan formasi baru yang sebagian besar diisi oleh musisi muda lintas generasi. Dalam proyek ini, Spirit 86 Reborn merilis ulang dua lagu ikonik mereka, Bayang-bayang Semu dan Ilusi: Kau Ini Siapa?, dengan balutan aransemen jazz kontemporer dan pop modern.
Dalam wawancara seusai showcase, Eramono menjelaskan bahwa proyek ini bukan sekadar menghidupkan kembali masa lalu, melainkan proses regenerasi yang dirancang secara sadar.
“Sebetulnya ini bukan nostalgia. Ini regenerasi. Spirit itu hidup di zamannya, sekarang saya ingin Spirit hidup lagi di zamannya mereka. Anak-anak muda ini luar biasa, mereka lebih cepat menyerap referensi karena sudah hidup dengan YouTube, digital, dan media sosial,” ujar Eramono.
Dari Podcast hingga Reborn
Eramono mengungkapkan, ide Spirit 86 Reborn bermula dari obrolan santai di sebuah podcast sekitar setahun lalu. Saat itu, ia sempat ragu apakah Spirit masih relevan di tengah gempuran musik baru.
“Waktu itu saya malah kaget, emang Spirit masih laku? Katanya justru makin mahal. Saya bingung juga, tapi ternyata teman-teman di belakang layar sangat gigih. Mereka yang meyakinkan saya untuk bangkit lagi,” katanya.
Atas saran manajemen, formasi lama tidak dirombak total, melainkan dipadukan dengan talenta muda. Bahkan, putranya sendiri, Adrian Eramono, ikut terlibat sebagai gitaris.
“Saya diminta supaya pemainnya anak-anak muda. Yang senior seperti Dewa Budjana kan sudah punya dunia sendiri. Jadi ini benar-benar generasi baru, tapi ruhnya tetap Spirit,” jelasnya.
Aransemen Baru, Jiwa Lama
Eramono mengaku, aransemen Spirit 86 Reborn tetap ia kawal langsung agar tidak kehilangan identitas.
“90 persen aransemen itu karya saya dulu, jadi saya jaga betul. Kita update sound-nya, tapi bukan menghilangkan karakter. Jazz itu bebas, mengalir. Musik tidak punya batas,” tuturnya.
Menurutnya, para personel muda justru cepat beradaptasi dengan warna musik 80-an.
“Mereka nggak grogi, malah kaget sendiri karena Spirit ternyata punya nama. Mereka sering bilang, ‘Mas, saya tiap tahun nonton ini di YouTube, sekarang kok saya main di sini?’ Itu lucu sekaligus mengharukan,” ujarnya sambil tertawa.
Tentang Jazz, Komersialisasi, dan Royalti
Eramono juga menyinggung dinamika dunia jazz saat ini yang semakin komersial.
“Event jazz sekarang pasti ada sponsor, ada tanggung jawab komersial. Saya nggak mau terlalu keras menilai. Musik itu eksperimen, yang penting saling menghargai,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu tujuan Spirit 86 Reborn adalah menata ulang katalog lama agar bisa dikelola secara profesional, termasuk soal royalti digital.
“Lagu-lagu Spirit itu banyak ditayangkan orang lain di YouTube. Saya berterima kasih, tapi sekarang kita juga ingin belajar menikmati royalti secara resmi. Target saya, setelah 10 lagu lama dirapikan, kita mulai rilis karya baru,” ungkapnya.
Regenerasi sebagai Warisan
Bagi Eramono, Spirit 86 Reborn adalah proses alami dalam perjalanan seorang musisi.
“Tugas saya sekarang mengantarkan generasi berikutnya. Mereka yang akan meneruskan. Saya sudah merasa cukup kalau Spirit bisa hidup lagi dengan semangat baru,” tutupnya.

Formasi lengkap Spirit 86 Reborn saat ini terdiri dari:
Eramono Soekarjo (Keyboard), Markov Cornelius Sembel (Saxophone), Moody Wijaya (Bass), Adrian Eramono (Rhythm Guitar), Archieta Aditya (Drum), dan Lili Amelia (Vokal), di bawah naungan OHMYJAZZ! Management.