
Analisnews.co.id, BATAM – Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap dinamika pasar beras global. Keputusan Indonesia menghentikan impor beras disebut ikut menekan harga beras dunia secara signifikan dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data terbaru, harga beras global tercatat turun dari sekitar 660 dolar AS per ton menjadi 368 dolar AS per ton, atau terkoreksi hingga 44 persen. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu aktor penting dalam peta pangan dunia, terutama di tengah ketidakpastian rantai pasok global.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, keberhasilan Indonesia meraih swasembada beras mendapat perhatian luas dari komunitas internasional. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) bahkan memberikan apresiasi dua kali dalam dua tahun terakhir atas lonjakan produksi beras nasional.
“Sejumlah negara, termasuk Jepang, Kanada, Chile, Belarus, Australia, hingga Rusia datang langsung ke Indonesia untuk mempelajari kebijakan pangan yang kita terapkan,” ujar Amran saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Batam, Kepulauan Riau.
FAO melalui laporan Food Outlook June 2025 mencatat Indonesia berada di posisi dua besar dunia dalam peningkatan produksi beras. Produksi beras Indonesia meningkat 4,5 persen dalam dua tahun terakhir, berada di bawah Brasil yang mencatatkan kenaikan sebesar 14,7 persen.
Amran juga mengapresiasi peran kepala daerah, khususnya para bupati, yang dinilai konsisten mengawal produksi dan distribusi pangan di wilayahnya masing-masing. Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci utama tercapainya swasembada beras nasional.
Sepanjang 2025, produksi beras Indonesia mencapai 34,71 juta ton, mampu memenuhi hingga 111,2 persen kebutuhan konsumsi nasional sebesar 31,19 juta ton. Capaian tersebut turut diiringi dengan stok beras terbesar dalam sejarah Perum Bulog sejak berdiri pada 1969.
“Indonesia kini tidak lagi bergantung pada impor beras. Ini adalah kebanggaan bersama,” tegas Amran.
Menurutnya, swasembada pangan merupakan fondasi penting bagi kedaulatan bangsa dan kesejahteraan masyarakat luas.
Reporter : Ayhano