
Analisnews.co.id, TALIWANG — UT School bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) resmi menjalin kerja sama untuk mengembangkan Program Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Sumbawa Barat. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten, tersertifikasi, dan selaras dengan kebutuhan industri.
Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, Vice President of Smelter AMNT Aditya Mandala, serta Wakil Direktur UT School Muhyudi. Penandatanganan ini turut disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli, menandai dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan kualitas tenaga kerja daerah.
Menteri Ketenagakerjaan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan nasional. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Melalui sinergi pemerintah, dunia pendidikan, dan industri, program pelatihan diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai, adaptif, dan produktif.
Bupati Sumbawa Barat menyampaikan bahwa struktur ekonomi daerah saat ini masih sangat bergantung pada sektor pertambangan, yang berkontribusi sekitar 80 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Oleh karena itu, pengembangan SDM melalui pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong diversifikasi ekonomi dan memperkuat sektor non-tambang.
Program pelatihan mekanik alat berat yang dijalankan UT School dirancang selama satu tahun dengan kurikulum komprehensif, mulai dari psikotes, pemeriksaan kesehatan, pembinaan mental dan fisik, pelatihan kelas, praktik kerja lapangan, hingga sertifikasi kompetensi melalui LSP Alat Berat Indonesia (LSP ABI). Sementara itu, pelatihan operator difokuskan pada penguasaan alat berat seperti excavator, bulldozer, dan light dump truck.
Wakil Direktur UT School, Muhyudi, menyatakan harapannya agar kolaborasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat, khususnya dalam membuka akses terhadap pelatihan berkualitas dan peluang kerja yang lebih luas. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan tenaga kerja lokal, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Reporter : Ayhano