03
Februari
2026
Selasa - : WIB

Wabup Taput Tekankan Penanganan Stunting dan Transparansi Desa pada Rakor di Kecamatan Adiankoting

alexbutar
alexbutar
Agustus 25, 2025 10:58 pm pada SUMUT, TERKINI
Screenshot 2025 08 25 22 54 37 80 a23b203fd3aafc6dcb84e438dda678b6

 

Tapanuli Utara – analisnews.co.id

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, bersama Ketua Bidang II TP PKK Kabupaten Taput, Ny. Lisa Deni Lumbantoruan br. Malau, menghadiri Rapat Koordinasi Kecamatan Adiankoting, Senin (25/8/2025). Kehadiran Wabup didampingi Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Drs. Satya Dharma Nababan, M.Si, dan disambut langsung oleh Plt. Camat Adiankoting, Rambe M. Hutabarat, beserta para kepala desa, kepala sekolah, tenaga kesehatan, serta jajaran aparatur kecamatan.

Dalam arahannya, Wabup Deni menegaskan bahwa isu stunting masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia menyoroti Desa Siantar Naipospos yang memiliki angka stunting tertinggi di wilayah tersebut. “Data harus ditindaklanjuti dengan solusi. Jangan berhenti di angka, tapi cari langkah konkret agar kasus stunting bisa ditekan,” tegasnya.

Selain isu kesehatan, Wabup juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan melalui regrouping sekolah dan program pembentukan karakter siswa, seperti Saitapaias dan Tapamajuma. Program ini diharapkan mampu membentuk generasi yang peduli lingkungan dan memiliki daya saing akademik setara dengan sekolah di kota.

Wabup Deni turut mengingatkan agar Program Keluarga Harapan (PKH) tidak hanya dipandang sebagai bantuan semata, melainkan juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Ia juga menekankan perlunya koordinasi antar desa dan dinas agar manfaat PKH benar-benar dirasakan.

Dalam hal pengelolaan dana desa, Wabup mendorong penerapan aplikasi Info Desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. “Setiap warga berhak tahu bagaimana dana desa digunakan. Dengan Info Desa, semua bisa diakses secara terbuka,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wabup Deni menegaskan pentingnya disiplin sebagai kunci pelayanan publik. “Kehadiran aparatur adalah bentuk pelayanan terbaik. Kalau kita tidak hadir, bagaimana masyarakat bisa dilayani dengan maksimal?” tutupnya.(ABB)

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU