
Pesta Adat Perang Ketupat dan Sedekah Ruah Kecamatan Tempilang Tahun 2026 yang digelar di Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Minggu (8/2/2026), berlangsung meriah, aman, dan kondusif.
Festival budaya yang sarat makna ini dihadiri langsung oleh Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda, S.I.K., M.H.
Kehadiran jenderal bintang satu tersebut menjadi perhatian utama masyarakat. Sejak tiba di lokasi, Brigjen Pol Murry Mirranda disambut hangat oleh tokoh adat dan warga Tempilang melalui prosesi adat, tari sambut, serta rangkaian ritual tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Festival Perang Ketupat merupakan tradisi masyarakat pesisir Tempilang sebagai wujud rasa syukur atas hasil laut yang melimpah, sekaligus simbol kebersamaan dan doa untuk menolak bala. Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarwarga serta menjaga kelestarian adat budaya lokal.
Momen paling menarik terjadi saat puncak acara dimulai. Tidak hanya memantau jalannya kegiatan, Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda turun langsung ke lapangan dan ikut dalam prosesi Perang Ketupat bersama masyarakat.
Dengan penuh keakraban, Wakapolda tampak berbaur dan saling melempar ketupat bersama warga. Suasana penuh tawa dan kekeluargaan pun tercipta, mencerminkan kedekatan Polri dengan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial dan budaya daerah.
Selain Wakapolda Babel, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, pejabat TNI, DPRD, OPD, tokoh adat, tokoh agama, serta sekitar 1.000 masyarakat yang memadati kawasan Pantai Pasir Kuning.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Pesta Adat Perang Ketupat dan Sedekah Ruah berjalan dengan aman berkat sinergi pengamanan lintas instansi.
“Polres Bangka Barat bersama Polsek Tempilang, TNI, Dishub, dan Satpol PP melaksanakan pengamanan secara terpadu sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKBP Pradana.
Ia menambahkan, pengamanan dilakukan mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penjagaan lokasi kegiatan, hingga pengawalan tamu undangan, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hadir.
Setelah rangkaian utama Pesta Adat Perang Ketupat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Naber Kampong, yakni bertamu ke rumah-rumah warga sebagai bagian dari tradisi Sedekah Ruah, yang menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Tempilang.
Dengan berlangsungnya kegiatan ini secara aman dan lancar, Polres Bangka Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal serta menjaga stabilitas keamanan dalam setiap kegiatan masyarakat.analisnews.co.id
M.Jhon Kenedy