12
Januari
2026
Senin - : WIB

Wamentan Sudaryono Resmi Membuka Pameran INAGRITECH 2025, Tekankan Sinergi Pertanian dan Kimia Menuju Masa Depan Berkelanjutan

hartonojkt
Juli 29, 2025 6:25 pm pada TERKINI

Analisnews.co.id
Jakara – Pameran internasional INAGRITECH 2025 dan Chemical Indonesia 2025 resmi dibuka pada Selasa, 29 Juli 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara yang mengusung tema “Mendorong Inovasi dalam Industri Pertanian dan Kimia Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan” ini menjadi wadah strategis bagi lebih dari 700 perusahaan dari 25 negara, yang memamerkan teknologi dan inovasi terkini di sektor pertanian dan industri kimia.

Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, sinergi antara dua sektor ini menjadi kunci penting dalam menciptakan ketahanan pangan dan pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat hilirisasi industri kimia.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, P.H., M.M.F.A., membagikan pengalamannya berinteraksi langsung dengan petani di Rembang, Jawa Tengah. Di minggu pertama menjabat, ia membuka akses komunikasi langsung melalui nomor ponsel pribadinya.

“Hanya dalam satu malam, saya menerima hampir 30.000 pesan WhatsApp dari petani di seluruh Indonesia. Ini membuka mata saya terhadap persoalan nyata yang mereka hadapi,” ungkap Sudaryono.

Dari pesan-pesan itu, teridentifikasi empat persoalan utama: kebutuhan benih dan bibit berkualitas, akses air dan irigasi, keterbatasan pupuk, serta harga jual hasil panen yang tidak stabil.

“Semua permasalahan tersebut saya laporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden merespons dengan tindakan nyata mulai dari penambahan anggaran subsidi pupuk hingga penindakan tegas terhadap peredaran pupuk dan benih palsu,” ujarnya.

Sudaryono menegaskan bahwa pupuk dan benih palsu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Selain merugikan petani secara ekonomi, praktik ini juga menghancurkan harapan mereka untuk panen yang layak.

Dikesempatan yang sama, Presiden Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan penuh dari pemerintah dalam penyelenggaraan pameran ini.

“Indonesia saat ini merupakan salah satu produsen kimia terbesar di Asia Tenggara. Kami yakin ke depan, Indonesia akan memainkan peran strategis di industri petrokimia regional, bahkan global,” ujar Baki Lee.

Ia menambahkan, tahun ini pameran diikuti oleh lebih dari 650 perusahaan, termasuk lima paviliun nasional dari Turki, Thailand, Taiwan, Korea, dan Tiongkok.

“Melalui INAGRITECH dan Chemical Indonesia 2025, kami menyediakan platform penting untuk mendorong transformasi industri menuju ekosistem pertanian dan kimia yang tangguh dan berkelanjutan,” tambahnya.

Senada, Dr. Ir. Dodi Rahadi, M.T., Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Investasi di Kementerian Perindustrian RI, menekankan pentingnya modernisasi alat dan mesin pertanian serta hilirisasi agroindustri.

“Potensi kita luar biasa. Luas panen padi Januari–Maret 2025 diproyeksikan naik 50%, jagung hampir 40%. Tapi tantangan kita tak hanya di produksi, tapi juga distribusi, pengolahan, dan daya saing,” jelasnya.

Ia menyoroti rendahnya utilisasi industri alsintan domestik yang masih berada di kisaran 40–50%, serta defisit neraca perdagangan alsintan akibat tingginya impor.

“Ini menjadi peluang untuk memperkuat industri manufaktur nasional. Kita butuh sinergi antara pemerintah, industri, asosiasi, dan sektor riset untuk menghadirkan solusi inovatif,” tegasnya.

Pameran ini mencakup sejumlah sub-event besar seperti INAGRICHEM, INAPALM Asia, SugarMach Indonesia, WATERTECH Indonesia, dan Pump & Valves Indonesia, serta rangkaian dari Chemical Indonesia seperti INALAB, INACOATING, RubberMach Indonesia, dan Food Manufacturing Indonesia.

Pengunjung dapat menemukan beragam inovasi mutakhir mulai dari alsintan, traktor, teknologi smart farming, rumah kaca, hortikultura, agrokimia, petrokimia, peralatan laboratorium, mesin karet, hingga teknologi pengolahan makanan.

Pameran ini juga menghadirkan nama-nama besar industri seperti PT Corin Mulia Gemilang (MAXXI), LOVOL, PT Daya Santosa Rekayasa (DSR), Copco, Kotrack, DIL, Schutz, dan masih banyak lagi.

Sebagai salah satu platform bisnis terbesar di kawasan ASEAN, INAGRITECH 2025 dan Chemical Indonesia 2025 menjadi jembatan strategis untuk mempertemukan inovator, pelaku industri, pembeli, dan pemerintah dalam satu ruang kolaborasi.

Melalui ajang ini, diharapkan lahir kerja sama lintas sektor yang mempercepat transformasi menuju pertanian dan industri kimia nasional yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU