04
Februari
2026
Rabu - : WIB

Warga Pilih Damkar untuk Semua Masalah, Apa Kata Menko Kumham?

yadisuryadi
yadisuryadi
November 25, 2025 9:44 pm pada JAKARTA, News
IMG 20251125 WA0125

Analisnews.co.id | Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM Pemerintahan Imipas, Yusril Ihza Mahendra, mengaku dibuat geleng-geleng kepala oleh tren baru di tengah masyarakat. Apa pun persoalannya, yang pertama dihubungi bukannya polisi, melainkan petugas pemadam kebakaran.

Fenomena itu ia sampaikan dalam Kuliah Umum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin (24/11/2025). Menurut Yusril, dalam beberapa kasus warga lebih mengandalkan Damkar untuk urusan yang tak ada kaitannya dengan api.

> “Masyarakat kalau ada apa-apa lebih senang menghubungi Damkar daripada polisi,” kata Yusril di hadapan ratusan mahasiswa, disambut riuh tawdi

Dari Ular Masuk Rumah sampai Tangan Terjepit

Yusril mencontohkan berbagai kejadian aneh yang kerap menimpa warga: ular masuk rumah, buaya nyasar di pemukiman, hingga pertolongan teknis kecil seperti tangan terjepit pagar.

Dalam situasi seperti itu, Damkar justru lebih populer ketimbang aparat keamanan.

> “Kalau ada ular, ada buaya, yang dipanggil Damkar, bukan polisi. Polisi tidak bisa, Damkar bisa. Saya juga heran, tapi itulah kenyataannya,” ujar dia.

Alarm bagi Kepolisian

Di balik nada bercanda, Yusril menyebut fenomena ini tak bisa dianggap remeh. Ada perubahan psikologis yang perlu dicermati aparat.

“Ini menandai adanya pergeseran rasa aman,” kata dia. Masyarakat merasa lebih nyaman dan yakin pada respons Damkar ketimbang polisi.

Menurut Yusril, kritik itu seharusnya menjadi bahan introspeksi, terutama bagi penyidik dan unit kepolisian yang setiap hari bersentuhan dengan publik.

> “Bagaimana polisi tidak menimbulkan rasa takut, melainkan rasa mengayomi dan melindungi. Itu yang harus kita pikirkan,” ucapnya.

Siapa Pahlawan Terdekat Masyarakat?

Di media sosial, peran Damkar memang sering mendapat sorotan positif—mulai dari menolong hewan peliharaan hingga membantu warga difabel. Respons cepat dan pendekatan humanis disebut menjadi alasannya.

Di sisi lain, kepolisian masih menghadapi tantangan kepercayaan publik dan proses reformasi internal yang panjang.

Yusril berharap ke depan citra aparat keamanan bisa kembali pulih.

> “Semua kritik harus kita terima untuk memperbaiki diri. Semoga ke depan keadaannya lebih baik,” kata dia.

Fenomena ini sekaligus membuka kembali perdebatan klasik:
Jika sedang dalam masalah dan butuh bantuan cepat, siapa yang pertama Anda telepon: polisi atau pemadam kebakaran?

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU