
Sukamara – Penyatuan visi antara polisi lalu lintas dan relawan pemadam kebakaran menjadi hasil utama dari audiensi yang digelar di Mapolres Sukamara. Kegiatan ini difokuskan pada penanaman etika berkendara bagi seluruh anggota Damkar Swakarsa agar tetap menjadi teladan kepatuhan selama masa Ops Keselamatan Telabang 2026, Selasa (10/02/2026) Pagi.
Kasat Lantas menegaskan bahwa etika berkendara adalah cerminan dari kedewasaan sebuah organisasi relawan. Beliau meminta agar tidak ada aksi arogan di jalan raya saat armada damkar melintas, meskipun sedang dalam kondisi darurat. Visi keselamatan yang sama antara kedua pihak diharapkan mampu menciptakan iklim berlalu lintas yang lebih sopan dan aman di wilayah Sukamara.
“Kita harus satukan visi dalam mewujudkan etika berkendara yang baik. Polantas dan Damkar Swakarsa harus sejalan dalam mematuhi aturan jalan raya selama Ops Keselamatan Telabang 2026 berlangsung,” ujar Kasat Lantas AKP Kukuh Prasetia Guna, S.H.
Para pimpinan Damkar Swakarsa menyetujui poin-poin etika yang disampaikan dan akan menjadikannya sebagai standar operasional internal mereka. Mereka menyadari bahwa satu tindakan oknum relawan yang kurang beretika di jalan raya dapat merusak reputasi seluruh komunitas. Oleh karena itu, pengawasan internal terhadap perilaku driver damkar akan semakin diperketat.
Melalui penyatuan visi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai keberadaan armada damkar karena sikap santun dan tertib yang ditunjukkan di jalanan. Satlantas Polres Sukamara akan terus menjadi mitra dalam proses edukasi berkelanjutan bagi para relawan. Situasi kamseltibcarlantas di Sukamara diyakini akan semakin maju dengan kedewasaan para penggunanya. (HMS)