Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Masuki Masa Pensiun, Kapolres Pimpin Upacara Purna Bhakti 3 Personel Polres Barsel

Kasihumas Polres Lebak Klarifikasi Terkait Pemberitaan Dugaan Oknum Polsek Cibadak Meminta Uang Jasa Bantu Truk Ayam Macet

Ditreskrimum Polda Banten melalui Unit PPA Ungkap Kasus Pencabulan terhadap Tiga Anak di Pandeglang

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Technology»PT Nica Globalmarin Indonesia Dukung Backbone Digital Regional Lewat Proyek Kabel Laut RISING 8
Technology

PT Nica Globalmarin Indonesia Dukung Backbone Digital Regional Lewat Proyek Kabel Laut RISING 8

vritimesBy vritimes7 Juni 2026 4:19 PM024 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

PT Nica Globalmarin Indonesia mengambil peran dalam pembangunan RISING 8 Submarine Cable System, infrastruktur kabel laut berkapasitas tinggi yang akan memperkuat konektivitas digital Indonesia dan Asia Tenggara. Proyek ini hadir seiring meningkatnya kebutuhan data center, cloud computing, dan layanan digital di kawasan.

PT Nica Globalmarin Indonesia Dukung Backbone Digital Regional Lewat Proyek Kabel Laut RISING 8

Jakarta, 2 Juni 2026 — PT Nica Globalmarin Indonesia memperkuat peran perusahaan nasional dalam pembangunan infrastruktur digital regional melalui keterlibatannya pada proyek internasional RISING 8 Submarine Cable System, jaringan kabel laut berkapasitas hingga 400 Tbps yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura.

Dalam proyek tersebut, PT Nica Globalmarin Indonesia dipercaya menangani pekerjaan shore end installation dan cable landing di wilayah Tanjung Pakis, Jawa Barat, termasuk penggelaran shore end cable sepanjang sekitar 9 kilometer pada jalur strategis Jakarta–Batam.

RISING 8 sendiri memiliki total panjang sistem sekitar 1.128,5 kilometer dengan segmen Jakarta–Batam mencapai sekitar 1.053,5 kilometer. Infrastruktur ini dirancang untuk memperkuat kapasitas konektivitas data regional di tengah meningkatnya kebutuhan cloud computing, AI infrastructure, hyperscale data center, hingga layanan digital lintas negara.

Keterlibatan perusahaan nasional dalam proyek subsea cable berskala internasional dinilai semakin penting seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data APJII 2024, jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai sekitar 221 juta pengguna dengan tingkat penetrasi 79,5%, meningkat signifikan dibandingkan 64,8% pada 2018. Pertumbuhan konsumsi data tersebut turut mendorong kebutuhan penguatan backbone jaringan dan infrastruktur kabel laut nasional.

Di sisi lain, pasar data center Indonesia juga diproyeksikan tumbuh pesat. Sejumlah laporan industri memperkirakan nilai pasar data center nasional meningkat dari sekitar USD 1,83 miliar pada 2026 menjadi USD 3,48 miliar pada 2031, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 13,71%.

Sementara itu, kapasitas IT load data center Indonesia diperkirakan meningkat dari 1,44 GW pada 2025 menjadi 3,56 GW pada 2030. Pertumbuhan tersebut dipandang akan semakin meningkatkan kebutuhan pembangunan jaringan submarine cable sebagai tulang punggung konektivitas digital.

Direktur PT Nica Globalmarin Indonesia, Arnezus Ayal, mengatakan pembangunan infrastruktur kabel laut kini menjadi elemen strategis dalam mendukung transformasi digital nasional maupun regional.

“Pertumbuhan data center, cloud infrastructure, dan kebutuhan digital services membuat subsea connectivity menjadi infrastruktur yang sangat penting. Kami melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu hub konektivitas digital di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan perusahaan nasional dalam proyek internasional juga menunjukkan bahwa kapabilitas marine engineering dan subsea operation Indonesia semakin kompetitif di tingkat regional.

Dalam pelaksanaan proyek RISING 8, PT Nica Globalmarin Indonesia juga menjalankan operasi ship-to-ship transpooling cable di area offshore menggunakan armada Landing Craft Tank (LCT) yang dimodifikasi khusus untuk mendukung penggelaran kabel laut dan cable handling operation.

Selain itu, tim marine perusahaan turut melaksanakan anchor mooring operation untuk menjaga stabilitas posisi kapal selama proses transfer kabel antar vessel berlangsung.

Pekerjaan subsea cable installation dikenal memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena membutuhkan koordinasi presisi antara offshore marine operation, cable handling team, serta personel onshore guna memastikan kualitas dan keamanan instalasi kabel.

Saat ini, pasar submarine cable Indonesia juga diproyeksikan tumbuh sekitar 12% CAGR sepanjang 2024–2030, didorong oleh ekspansi high-speed internet, hyperscale data center, dan percepatan pembangunan infrastruktur digital nasional.

Dengan selesainya tahapan cable landing dan shore end installation tersebut, proyek RISING 8 selanjutnya akan melanjutkan proses equipment integration dan system connectivity dengan target Ready For Service (RFS) pada 2026.

Tentang PT Nica Globalmarin Indonesia

PT Nica Globalmarin Indonesia merupakan perusahaan nasional Indonesia yang bergerak di bidang subsea dan marine engineering dengan spesialisasi pada submarine cable installation, shore end works, marine permitting, cable recovery, shallow water operation, dan offshore support services untuk sektor telekomunikasi maupun tenaga listrik.

Tentang PT NICA Globalmarin Indonesia

PT Nica Globalmarin Indonesia merupakan perusahaan nasional Indonesia yang bergerak di bidang subsea dan marine engineering dengan spesialisasi pada submarine cable installation, shore end works, marine permitting, cable recovery, shallow water operation, dan offshore support services untuk sektor telekomunikasi dan tenaga listrik.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleTekan Inflasi, Polres dan Disperindag Cilegon Terus Pastikan Harga Bapokting Tetap Stabil setelah lebaran idul adha.
Next Article Duta Besar India Nilai Open Network Berpotensi Besar Dorong Ekosistem Digital Indonesia
vritimes

Related Posts

Bank Raya Ajak Mahasiswa dan UMKM Tingkatkan Produktivitas Melalui Bank Digital

7 Juli 2026 3:09 PM

Perluas Akses Investasi Aset Global Lewat Momentum Olahraga dan Gaya Hidup, Bittime Dukung Ancol Championship 2026

7 Juli 2026 2:39 PM

Pemenang SOYJOY Nutrition Award 2026 Berbagi Inovasi Gizi di Forum Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI

7 Juli 2026 2:32 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.