Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi KUA: Dari Layanan Nikah Menuju Pemberdayaan Ekonomi Umat

Pagi Ceria Memperkuat Layanan Jasa Taman dan Kolam di Area Jabodetabek

Polda Babel Bongkar Praktik Penyelundupan Ratusan Kilogram Pasir Timah di Kabupaten Bangka Tengah

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»TV & Drama»Tayang 2 Juli 2026, “Dua Nafas” Angkat Kisah Pengorbanan Nenek yang Menyentuh Hati
TV & Drama

Tayang 2 Juli 2026, “Dua Nafas” Angkat Kisah Pengorbanan Nenek yang Menyentuh Hati

yadiBy yadi20 Juni 2026 7:47 PM0703 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | Jakarta – Di tengah maraknya film horor yang mendominasi layar lebar Indonesia, film drama keluarga Dua Nafas hadir menawarkan kisah hangat tentang cinta, pengorbanan, dan hubungan antargenerasi yang menyentuh hati.

Film produksi PT Sunrise Pictures Indonesia bersama Syakir Film dan Anypearl Film itu resmi menggelar press screening dan gala premiere di Epicentrum XXI, Jumat (19/6/2026), sebelum tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 2 Juli 2026.

Disutradarai Hasto Broto dan diproduseri sekaligus dibintangi Syakir Daulay, film berdurasi 1 jam 33 menit ini diadaptasi dari kisah nyata asal Korea Selatan yang kemudian disesuaikan dengan budaya Indonesia.

Menurut Hasto, cerita yang diangkat memiliki kedekatan emosional dengan kehidupan banyak orang karena berbicara tentang perjalanan hidup, masa tua, serta arti keluarga.

“Film ini sangat berhubungan dengan kehidupan kita semua. Setiap orang akan menjadi tua dan memiliki kisahnya masing-masing. Kekuatan cinta, kasih sayang, kepedulian, keberagaman karakter, dan emosi para pemain menjadi daya tarik utama yang akan menyentuh hati penonton,” ujar Hasto.

Sementara itu, produser Park Joung-Kuk menyebut Dua Nafas sebagai bentuk penghormatan bagi para nenek di seluruh dunia yang telah memberikan cinta tanpa batas kepada keluarga mereka.

“Film ini kami persembahkan sebagai dedikasi kepada para nenek yang telah memberikan pengorbanan luar biasa. Kami berharap kisah ini dapat menjadi tontonan keluarga yang berkesan,” kata Park.

Syakir Daulay mengaku memiliki ikatan emosional dengan proyek tersebut karena mengingatkannya pada kenangan bersama kakek dan nenek.

“Film ini mengingatkan kita bahwa momen bersama nenek adalah kenangan yang sangat berharga. Mereka sering menjadi penjaga tradisi, cerita keluarga, sekaligus sosok yang selalu memberikan kasih sayang tanpa syarat,” ujarnya.

Kisah Nenek yang Menunggu Hingga Nafas Terakhir

Dua Nafas mengisahkan Anto, seorang anak yang terpaksa dititipkan ibunya, Wati, kepada sang nenek, Mariyam, di sebuah desa terpencil.

Awalnya Anto yang terbiasa hidup di Jakarta merasa sulit beradaptasi dengan kehidupan desa. Namun perlahan, ia belajar memahami arti keluarga, ketulusan, dan perjuangan hidup melalui kasih sayang Mariyam serta persahabatannya dengan Putri dan Udin.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Mariyam membesarkan cucunya dengan penuh pengorbanan. Perjalanan itu kemudian membawa Anto meraih cita-citanya menjadi seorang dokter.

Cerita berlanjut 16 tahun kemudian ketika Anto kembali ke kampung halaman dengan membawa ijazah dokter sebagai bukti bahwa perjuangan sang nenek tidak sia-sia. Namun kepulangannya berubah menjadi momen pilu ketika ia menemukan Mariyam yang telah berusia 81 tahun meninggal dunia dalam posisi duduk, seolah masih setia menunggu kepulangan cucunya.

Adegan tersebut menjadi salah satu puncak emosi dalam film yang diprediksi mampu menguras air mata penonton.

Aktris senior Aty Cancer yang memerankan Mariyam mengaku sangat dekat dengan karakter tersebut karena dirinya juga telah menjadi seorang nenek.

“Peran ini sangat dekat dengan kehidupan saya. Hubungan antara nenek dan cucu yang ditampilkan dalam film ini begitu nyata dan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Dengan tema keluarga yang universal, Dua Nafas diharapkan menjadi alternatif tontonan di musim liburan sekolah sekaligus mengingatkan pentingnya menghargai orang-orang tercinta selagi masih ada.

#AtyCancer #BioskopIndonesia #DuaNafas #FilmDrama #FilmIndonesia #FilmKeluarga #HastoBroto #HiburanIndonesia #LiburanSekolah2026 #SyakirDaulay
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleRUTIN LAKSANAKAN PATROLI DI OBJEK VITAL POLSEK KAPUAS HULU SAMPAIKAN PESAN-PESAN KAMTIBMAS
Next Article Fadi Alaydrus hingga Cut Tary Meriahkan Meet & Greet “Samuel”
yadi

Related Posts

Dari Pinggir Lapangan ke Dunia Musik, Shin Tae-yong Kini Punya Lagu Sendiri

15 Juli 2026 3:34 PM

Lasisi Pictures Perkenalkan Pemeran Utama Sofia, Siap Masuk Tahap Syuting

15 Juli 2026 3:18 PM

Teror Dimulai dari Sebuah Paket, “Paket Santet” Siap Hantui Bioskop 27 Agustus

15 Juli 2026 3:14 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.