Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tim Gabungan Bahu-Membahu Jinakkan Kebakaran Lahan di Desa Tumbang Nusa

POLSEK MANTANGAI LAKSANAKAN SOSIALISASI KARHUTLA KEPADA MASYARAKAT KECAMATAN MANTANGAI

PERSONEL POLSEK MANTANGAI LAKSANAKAN GIAT DEKLARASI ANTI H.P.U.S (HOAX, PORNOGRAFI, UJARAN KEBENCIAN DAN SARA) KEPADA WARGA MASYARAKAT

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Featured»Rayakan “Livable Art” dan Dekonstruksi Monokrom: Purana dan Puragraph Resmi Luncurkan Kolaborasi Bersama Afganial di Hörbiss, Yats Colony
Featured

Rayakan “Livable Art” dan Dekonstruksi Monokrom: Purana dan Puragraph Resmi Luncurkan Kolaborasi Bersama Afganial di Hörbiss, Yats Colony

vritimesBy vritimes3 Juli 2026 7:15 AM034 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Hari ini, ruang kreatif rindang Hörbiss di YATS Colony Yogyakarta menjadi pusat desain kontemporer tanah air. PURANA dan PURAGRAPH secara resmi meluncurkan koleksi kolaborasi yang telah lama dinantikan bersama desainer dan seniman ternama, Anton Afganial. Peluncuran ini ditandai dengan pameran privat berkonsep tinggi dan instalasi interaktif, menerjemahkan bentuk arsitektural menjadi ekspresi busana yang hidup dan fungsional.

Koleksi kolaboratif ini menonjolkan kontras estetika yang memukau. PURANA menghadirkan busana resort kelas atas yang anggun dengan siluet mengalir di mana coretan kuas ekspresif Anton tertanam langsung dalam motif dasarnya. Sebaliknya, PURAGRAPH menarik perhatian lewat rangkaian atasan monokrom hitam dan putih polos tanpa motif (patternless deconstructive tops) yang mengandalkan potongan struktural dan selembar statement patch dari potongan lukisan Anton yang dijahit dengan presisi.

“Livable Art adalah tentang bercerita lewat apa yang kita kenakan,” kata Nonita Respati, Founder & Chief Creative Officer Purana. “Melalui lensa arsitektural Anton, aliran motif Purana dan dekonstruksi monokrom Puragraph menemukan suara yang seimbang dan menyatu. Dengan menyematkan sapuan kuas ‘Abundance’ ke dalam motif dasar orisinal kami, kami menciptakan ‘Livable Art’ dalam arti sesungguhnya—seni yang tidak hanya Anda lihat, tetapi seni yang Anda tinggali dan rasakan sehari-hari.”

Seniman Anton Afganial merefleksikan sinergi dari peluncuran langsung ini: “Energi kreatif di YATS Colony adalah kanvas yang sempurna bagi kolektif kami. ‘Abundance’ dilukis untuk merayakan kebahagiaan-kebahagiaan sederhana dalam hidup. Melihat emosi-emosi dinamis tersebut keluar dari kanvas datar untuk dihidupi di atas kain—mengalir anggun pada sutra Purana dan tersemat sebagai lencana struktural pada katun polos Puragraph—menjadikan tubuh manusia sebagai galeri utama yang bergerak.”

“Atasan hitam dan putih dekonstruktif polos khas Puragraph bertindak sebagai jangkar esensial yang memperkokoh seluruh pameran ini,” ujar Maritza Putri, Lead Designer sekaligus representasi Puragraph. “Fokus kami pada konstruksi mentah tanpa motif menyediakan garis-garis tenang namun kuat yang membiarkan statement patch artistik Anton melompat keluar dari kain dengan kontras luar biasa. Ini memberi ruang bagi generasi muda kreatif untuk mengenakan karya seni ini sebagai lencana kehormatan yang langka.”

Acara peluncuran privat ini dihadiri oleh para kurator kreatif terkemuka Yogyakarta, seniman, VIP lokal, dan penentu tren, mengukuhkan kolaborasi ini sebagai salah satu pencapaian desain paling signifikan secara budaya tahun ini.

Supported by:

Wardah · Optik Seis · KLAR · Havaianas · Fuguku

About PRFG

ABOUT PURANA

Founded in 2009 by Nonita Respati, PURANA is a celebrated Indonesian fashion brand widely recognized for its commitment to local wisdom, traditional textiles, and modern craftsmanship. Under the guiding philosophy of “Livable Art,” PURANA crafts visual, highly comfortable, and culturally narrative collections designed for the contemporary global resort lifestyle. Nonita Respati remains the primary creative face and representative of the brand.

ABOUT PURAGRAPH

PURAGRAPH is a contemporary Indonesian minimalist fashion house recognized for its bold, architectural structural silhouettes. Headed by Lead Designer and brand face Maritza Putri, PURAGRAPH represents the essential, clean, and basic features of the Purana design philosophy. Rejecting prints and patterns, PURAGRAPH focuses strictly on plain, deconstructive black and white tops, translating high-concept Indonesian Heritage architectural forms into comfortable, sharp, and daily staples.

ABOUT AFGANIAL

Afganial (Anton Afganial) is an avant-garde Indonesian contemporary artist and designer known for his sharp geometric instincts, bold visual energy, and dynamic structural forms. Bridging the gap between physical space, visual art, and wearable textiles, Afganial’s work challenges the conventions of form and function, delivering bold, conceptual design languages that elevate contemporary Indonesian creative culture.

ABOUT YATS COLONY

YATS Colony is an urban resort and creative hub nestled in the cultural heart of Yogyakarta. Bridging progressive boutique hospitality with local artistry, YATS Colony acts as a sanctuary for travelers, artists, and creators. Through its curated spaces, art exhibitions, and community activations, YATS Colony continues to foster Yogyakarta’s vibrant creative spirit, offering a soulful, design-driven experience of modern Javanese hospitality.

ABOUT HÖRBISS AT YATS COLONY

Hörbiss at YATS Colony is a newly introduced listening bar, thoughtfully conceived as a destination where high-fidelity sound, contemporary gastronomy, and expertly crafted beverages converge to create an immersive social and cultural experience.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBINUS ASO Pindah ke BSD, Apa Untungnya?
Next Article Polsek Pasar Kemis Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kontrakan, Api Berhasil Dicegah Meluas
vritimes

Related Posts

PetroSync ASME PCC-2 Training for Oil & Gas Professionals

3 Juli 2026 8:49 AM

Universitas Indonesia (UI) Lead Community Education Initiative in Selangor, Malaysia

3 Juli 2026 8:19 AM

BINUS ASO Pindah ke BSD, Apa Untungnya?

3 Juli 2026 7:06 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.