08
Maret
2026
Minggu - : WIB

Heri Chayadi Wibowo, Pemilik Wave Music Records, Menduniakan Karya Musik Anak Negeri Dari BSD City

ahmadrrc
ahmadrrc
Februari 12, 2026 2:04 pm pada MUSIK
IMG 20260209 WA0047

Heri Chayadi Wibowo atau yang akrab disapa Heri, telah memasuki tahun ke-2 mendirikan perusahaan rekaman atau label musik dengan nama Wave Music Records yang berlokasi di BSD City. Tepatnya di Ruko Loca 65 Blok C/7 Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Lelaki yang juga musisi pencipta lagu ini, lewat label Wave Music Records sudah banyak meluncurkan karya musik anak negeri atau single-single dari artis musik dengan berbagai genre musik. Diantaranya, MuMu, Mage, Kulturaga, Gilang Samsu, Valaga, Ardila Key, 87, dan Hyra.

“Saya dirikan Wave Music Records ini pada September 2024 untuk menjawab keresahan sekaligus keyakinan bahwa industri musik modern membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel dan related dengan era digital,” papar Heri saat berbincang seputar dunia musik bersama Bois Famous Maker di studio recording WAVE MUSIC.

Menurutnya, Wave Music Records selain wadah bagi talent untuk berkembang dan eksis di industri musik tanah air, ia juga mengedepankan talentnya sebagai mitra sejati dalam berkarya dan berkarir di dunia musik. Serta fair bekerja sama dalam berbagi penghasilan ketika menjadi aset kreatif.

Selain itu, filosofi Wave Music Records sendiri mencerminkan sebuah perjalanan atau petualangan musik dengan mengikuti ritme gelombang perubahan.

“Label ini dibangun dengan semangat kolaborasi, revolusioner, dan keberanian bereksperimen di tengah dinamika industri,” ungkap sarjana IT kampus Perbanas Jakarta itu.

Wave Music Records saat ini memiliki studio recording dalam menangani produksi lagu dengan kualitas terbaik. Ditambah manajemen networking musik lintas industri berbasis IT dengan SDM berkualitas.

“Pastinya ini menjadi aset poin Wave Music Records dalam menghadapi tantangan jaman diera digital dalam berbisnis musik. Seperti brand Wave Music Records yang melambangkan adaptasi dan fleksibilitas. Dimana industri musik terus ber-evolusi ngikuti tren teknologi dan prilaku pasar,” lanjutnya.

Berbekal pengalaman sebagai anak band, Heri ingin mengimplementasikan pola dialogis dan solusi dalam bermitra antara musisi dengan label musik. Ini yang terkadang masih terlupakan oleh para label musik di Indonesia dalam menduniakan karya musik lewat platform digital. Mengingkat sekarang ini telah terjadi perubahan besar dalam pola berbisnis musik.

“Bisnis di industri kreatif itu harus melibatkan hati. Apalagi karya musik itu lahir dari musisi dengan hati yang jujur. Bisnis musik itu bukan hanya kalkulasi semata, tapi juga harus ada chemistry yang berbasis algoritma hati,” pungkas Heri Chayadi Wibowo, kelahiran Jakarta 6 Desember 1982 itu.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU