03
Maret
2026
Selasa - : WIB

Revitalisasi Museum MH Thamrin dan Penguatan Tradisi, Komitmen Pramono untuk Betawi

yadisuryadi
yadisuryadi
Maret 3, 2026 4:33 am pada JAKARTA, News
IMG 20260303

Analisnews.co.id | Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan kebudayaan Betawi tetap menjadi fondasi utama dalam transformasi Jakarta menuju kota global. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri silaturahmi dan berbuka puasa bersama Majelis Kaum Betawi (MKB) di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

Menurut Pramono, penguatan identitas Betawi tidak boleh berhenti pada simbolik, melainkan harus diwujudkan secara konkret dalam kebijakan serta aktivitas pemerintahan. Ia memastikan nuansa budaya Betawi hadir dalam berbagai kegiatan resmi di Balai Kota.

“Di Balai Kota, seluruh kegiatan resmi, termasuk pelantikan, menggunakan busana adat Betawi. Ini bentuk penghormatan dan penguatan identitas Jakarta,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis mengangkat budaya Betawi, Pramono mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua Umum Bamus Betawi, Fauzi Bowo, terkait rencana revitalisasi Museum Mohammad Hoesni Thamrin di Senen, Jakarta Pusat. Revitalisasi tersebut ditargetkan menjadikan museum sebagai pusat edukasi sejarah Betawi yang representatif dan menarik bagi pelajar maupun masyarakat.

“Saya sudah memutuskan untuk Museum Hoesni Thamrin akan kita revitalisasi. Biayanya Rp15 miliar. Saya ingin museum ini menjadi destinasi unggulan Jakarta, terutama bagi para pelajar, selain Monas, Ancol, dan Taman Mini,” kata Pramono.

Ia merujuk sejumlah destinasi populer seperti Monumen Nasional (Monas), Taman Impian Jaya Ancol (Ancol), dan Taman Mini Indonesia Indah sebagai contoh kawasan yang selama ini menjadi tujuan utama wisata edukasi dan rekreasi di ibu kota.

Selain revitalisasi museum, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat tradisi dan nilai kebudayaan Betawi. Di antaranya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) secara berjenjang mulai tingkat RT/RW hingga provinsi, pelaksanaan Haul Ulama Betawi dalam rangkaian HUT DKI Jakarta di Monas, serta penataan pertunjukan ondel-ondel agar tampil di panggung resmi dan representatif, bukan lagi di pinggir jalan.

Pramono menilai silaturahmi di Masjid Jami Tangkuban Perahu menjadi momentum penting untuk menumbuhkan nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan warga Betawi.

“Betawi sebagai akar budayanya. Maka peran Majelis Kaum Betawi sangat strategis dalam menjaga warisan nilai seiring transformasi Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada fondasi budaya dan moral yang kokoh,” ucapnya.

Ia berharap Majelis Kaum Betawi terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga moralitas sosial serta membina generasi muda agar tetap berakar pada nilai-nilai Betawi. Pemprov DKI, lanjutnya, berkomitmen memperluas ruang bagi kegiatan keagamaan dan kebudayaan guna menciptakan Jakarta yang hangat dan harmonis.

“Sebagai gubernur, harapan, keinginan, doa saya, semoga Majelis Kaum Betawi ini menjadi satu budaya yang rukun, guyub, dan berperan signifikan bagi kemajuan kaum Betawi. Saya ingin tradisi Betawi ini bisa dipanggungkan ke panggung-panggung dunia,” pungkasnya.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU