Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mahasiswa KKN Universitas Warmadewa Tanamkan Karakter Siswa SD Melalui Edukasi Anti Bullying Hingga Tertib Berlalu lintas

Apel Serahterima Piket Jaga dan Pelayanan Polsek Kapuas Timur Arahkan Personil Maksimalkan Pelayanan Masyarakat.

KAI Logistik Kirim 1.425 Motor dari Yogyakarta Saat Libur Panjang

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Celebrities»Usia Boleh Muda, Mimpi Setinggi Langit! Fantastic Girls Siap Warnai Musik Indonesia
Celebrities

Usia Boleh Muda, Mimpi Setinggi Langit! Fantastic Girls Siap Warnai Musik Indonesia

yadiBy yadi27 Juli 2026 10:06 AM0164 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | Jakarta – Panggung Suara Anak Indonesia 2026 bukan hanya menjadi arena kompetisi bagi para penyanyi cilik. Di ajang yang digelar di J Town, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (26/7/2026), lahir pula sebuah girl group muda yang siap meramaikan industri musik Tanah Air. Mereka adalah Fantastic Girls, trio vokal beranggotakan Sancia Sae, Syifa Marsifa, dan Auni Batrisyia.

Tampil penuh percaya diri membawakan single perdana berjudul “Mati Lampu”, ketiganya langsung mencuri perhatian. Harmonisasi vokal, koreografi yang enerjik, serta chemistry yang mulai terbangun membuat penampilan mereka terasa menjanjikan, meski grup ini baru terbentuk sekitar satu bulan.

Di balik aksi panggung yang kompak, tersimpan kisah tiga remaja dengan mimpi yang berbeda namun dipersatukan oleh kecintaan pada dunia hiburan.

Bagi Sancia Sae, bernyanyi bukanlah hobi yang datang begitu saja. Sejak usia delapan tahun, ia sudah akrab dengan berbagai perlombaan menyanyi hingga akhirnya berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Wieta Musik.

“Aku memang ingin menjadi penyanyi. Dari kecil sudah senang ikut lomba. Penghargaan yang pernah aku dapat jadi semangat untuk terus belajar dan berkembang,” ujar Sancia.

Pelantun favoritnya adalah Mahalini dan Lyodra, dua penyanyi yang menurutnya membuktikan kualitas musisi muda Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.

“Aku lebih suka penyanyi Indonesia. Mereka membuktikan kalau penyanyi muda Indonesia juga punya kualitas yang luar biasa,” katanya.

Berbeda dengan Sancia, Syifa Marsifa justru memendam cita-cita menjadi aktris film. Namun ketika aktivitas aktingnya sempat terhenti, dunia musik membuka jalan baru baginya.

“Sebenarnya impian aku jadi pemain film. Tapi karena sempat vakum, akhirnya aku mencoba masuk ke dunia musik dulu. Buat aku, ini kesempatan untuk terus berkarya,” ungkap siswi kelas VIII SMP tersebut.

Meski belum pernah mengikuti lomba menyanyi, Syifa menerima ajakan bergabung dari Bunda Wieta sebagai tantangan baru untuk mengasah bakat sekaligus membangun rasa percaya diri.

Sementara itu, Auni Batrisyia sudah mengenal studio rekaman sejak berusia tujuh tahun melalui single pertamanya. Walaupun belum banyak mengoleksi gelar juara, semangatnya terhadap musik tidak pernah padam.

“Aku memang belum banyak juara lomba, tapi aku senang bernyanyi. Yang penting terus belajar dan menikmati prosesnya,” katanya.

Auni juga membawa warna berbeda di Fantastic Girls. Sejak kecil ia jatuh cinta pada musik K-Pop dan bercita-cita suatu hari bisa tampil sebagai idol di panggung internasional.

“Aku terinspirasi dari artis-artis Korea. Mereka disiplin dan kerja keras. Itu yang ingin aku contoh,” ujarnya.

Terbentuknya Fantastic Girls bukanlah sebuah kebetulan. Grup ini merupakan gagasan Bunda Wieta, yang ingin menyatukan talenta-talenta muda hasil pembinaan Wieta Musik menjadi sebuah girl group dengan karakter yang kuat.

Menurut Auni, Sancia dipilih karena prestasinya di ajang menyanyi, Syifa diajak bergabung, dan akhirnya mereka dipertemukan dalam satu proyek musik.

“Awalnya Bunda Wieta memang ingin bikin girl group. Sancia dipilih karena juara lomba menyanyi, Syifa diajak bergabung, lalu kami bertiga dipertemukan. Alhamdulillah semuanya cocok, akhirnya terbentuk Fantastic Girls,” tuturnya.

Proses membangun kekompakan dimulai dari ruang rekaman Wieta Musik. Dari latihan vokal, menyusun koreografi, hingga proses produksi lagu, ketiganya perlahan menemukan chemistry sebagai sebuah grup.

Menariknya, Fantastic Girls hampir memiliki nama yang berbeda. Sebelum resmi diperkenalkan ke publik, trio ini sempat menggunakan nama S2A, singkatan dari inisial para personelnya.

“Awalnya nama kami bukan Fantastic Girls, tapi S2A. S itu dari Sancia dan Syifa, karena ada dua huruf S, lalu A dari Auni. Tapi akhirnya diputuskan memakai nama Fantastic Girls karena terasa lebih kuat dan lebih menggambarkan semangat kami,” ungkap Auni.

Kini, melalui single “Mati Lampu”, Fantastic Girls membuka lembaran pertama perjalanan mereka di industri musik Indonesia. Dengan karakter yang saling melengkapi, ketiganya ingin membuktikan bahwa usia muda bukanlah batas untuk berkarya.

Mereka membawa mimpi yang sama: terus belajar, menciptakan karya, dan menginspirasi anak-anak Indonesia agar berani mengejar cita-cita.

“Semoga lagu ini bisa diterima masyarakat, dan Fantastic Girls bisa terus berkembang, menginspirasi anak-anak Indonesia untuk berani mengejar cita-citanya,” ujar mereka kompak.

Debut ini mungkin baru langkah pertama. Namun, dengan semangat, pembinaan yang berkelanjutan, dan mimpi yang besar, Fantastic Girls berpeluang menjadi salah satu wajah baru kebangkitan musik anak Indonesia. (DB/Yd)

#FantasticGirls #GenerasiMuda #GirlGroupIndonesia #MatiLampu #MusikAnak #MusikIndonesia #PenyanyiCilik #SuaraAnakIndonesia2026 #TalentaIndonesia #WietaMusik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleRetail Multi Cabang Makin Efisien Berkat Integrasi Odoo Accounting dan Inventory
Next Article 24.310 Mangrove Ditanam Serentak: Jakarta Perkuat Benteng Pesisir Menuju 500 Tahun Kota
yadi

Related Posts

Lagu Anak Belum Kehilangan Nada, Suara Anak Indonesia 2026 Buka Jalan Menuju Panggung Dunia

26 Juli 2026 6:31 PM

“Cegah Karhutla” Polsek Kapuas Timur Rutin Sosialisasi dan Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan dan Lahan

25 Juli 2026 12:54 PM

Permudah Pembayaran Royalti Musik bagi Pelaku Usaha, LMKN Gandeng Perusahaan Teknologi Singapura

21 Juli 2026 11:38 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.