Unwar Dorong Pengelolaan Sampah Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal di Desa Blahkiuh
Analisnews.co.id — BADUNG | Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema ‘Pemberdayaan Komunitas melalui Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung’, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Banjar Ulapan I ini mempertemukan pemerintah desa, kelembagaan desa, komunitas lingkungan, kader PKK, pengelola bank sampah dan TPS 3R, tokoh masyarakat, dosen, serta mahasiswa Universitas Warmadewa.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Perbekel Desa Blahkiuh, Ida Bagus Gede Mahatmananda Manuaba. Dalam agenda tersebut, peserta diajak memperkuat koordinasi dan pembagian peran agar komunitas lingkungan dapat bergerak dalam satu arah tanpa tumpang tindih tugas.
Ketua Tim Pengabdian, Dra. Ni Made Anggriyani, M.Si., menegaskan persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan pengangkutan dan pembuangan. Perubahan harus dimulai dari sumber, khususnya rumah tangga.
“Kegiatan ini diarahkan untuk membangun kesadaran sekaligus kapasitas bersama. Pemerintah desa, komunitas, PKK, bank sampah, TPS 3R, generasi muda, dan masyarakat perlu bergerak dalam sistem yang terintegrasi agar pengelolaan sampah memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Ni Made Anggriyani.
Pasalnya, Workshop menghadirkan tiga narasumber: Dr. I Made Suniastha Amerta, S.S., M.Par., CPOD.; Dr. Anak Agung Putu Sugiantiningsih, S.IP.,M.AP.; dan Ir. A.A. Putu Ardhana.
Diskusi difokuskan pada pemberdayaan komunitas, penguatan tata kelola, penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), serta pemanfaatan nilai-nilai kearifan lokal Bali sebagai fondasi gerakan bersama.
Nilai gotong royong, ngayah, kebersamaan, dan palemahan dalam konsep Tri Hita Karana menjadi poin penting. Melalui pendekatan ini, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dipahami bukan hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi juga tanggung jawab sosial, moral, dan spiritual masyarakat.
“Menariknya sekitar 50 peserta mengikuti penyampaian materi, diskusi interaktif, dan perumusan gagasan tindak lanjut. Peserta berasal dari Pemerintah Desa Blahkiuh, BPD, LPM, kepala dusun/lingkungan, kelian dinas, PKK, Bank Sampah, TPS 3R, Komunitas Beri Sapa, Embun Pagi, tokoh masyarakat, tim pengabdian, dan mahasiswa Universitas Warmadewa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Warmadewa dan Pemerintah Desa Blahkiuh berharap terbangun kesepahaman mekanisme kerja yang terpadu. Mulai dari pemilahan sampah di rumah tangga hingga pengolahan dan pemanfaatannya. Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah konkret menuju Desa Blahkiuh yang bersih, sehat, lestari, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Warmadewa bidang pengabdian kepada masyarakat.
Program dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa melalui transfer pengetahuan, dialog partisipatif, serta penyusunan langkah tindak lanjut sesuai potensi dan kearifan lokal Desa Blahkiuh.(ranu)
