Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cegah Premanisme dan Balap Liar, Polres Barito Utara Intensifkan Patroli Malam di Titik Keramaian Kota

Cegah Karhutla dan Dampak El Nino, Polres Barito Utara Sosialisasi Maklumat Kapolda Kalteng kepada Masyarakat

SOSIALISASI LARANGAN ILLEGAL MINING, BERTUJUAN CIPTAKAN MASYARAKAT SADAR AKAN LINGKUNGAN OLEH POLSEK KAPUAS TIMUR

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»INSTIKI dan HOCA Satukan Seni, dan Blockchain dalam Pameran UTOPIA X DISTOPIA 2026
Terkini

INSTIKI dan HOCA Satukan Seni, dan Blockchain dalam Pameran UTOPIA X DISTOPIA 2026

ranuBy ranu9 Agustus 2026 10:03 AM0174 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

INSTIKI dan HOCA Satukan Seni, dan Blockchain dalam Pameran UTOPIA X DISTOPIA 2026

 

Analisnews.co.id — DENPASAR | Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membawa perubahan besar dalam dunia seni.

Kondisi ini mendorong Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) bersama House of Creative Artist (HOCA) menghadirkan ruang kolaborasi antara seni, pendidikan, teknologi, dan perlindungan karya kreatif.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 yang mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.

Puncak kegiatan PISN 2026 ditandai dengan pameran seni visual bertajuk “UTOPIA X DISTOPIA: UnBALIveable” dibuka Dr. I Made Marthana Yusa, S.Ds., M.Ds (Ketua Panitia), Dr. I Wayan Nuriarta, S.Pd., M.Sn (Ketua HOCA), Greatta Agatha (Baliola), Anak Agung Gede Putra Wira Antara (Park23 Creative Hub Manager) dan Perwakilan SMKN 1 Denpasar di Park 23 Creative Hub, Tuban, Bali, pada 7 Agustus 2026.

Pameran tersebut diselenggarakan INSTIKI dan HOCA dengan dukungan teknologi KRAFLAB yang dikembangkan oleh BALIOLA.

Festival Seni Utopia 2026 menjadi ajang kreatif yang mempertemukan beragam talenta dari Bali hingga Makassar.

Tercatat 32 karya mahasiswa dari INSTIKI dan ISI Bali, menampilkan eksplorasi artistik penuh semangat muda. 29 karya siswa dari SMKN 1 Denpasar dan SMK Duta Bangsa Denpasar, menghadirkan ide segar dengan energi generasi baru.

11 karya seniman dari Bali, Jakarta, dan Makassar, memperkaya pameran dengan perspektif profesional lintas daerah.

PISN 2026 tidak hanya berfokus pada penciptaan karya seni. Program ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), pengembangan komunitas seni, serta pemanfaatan teknologi untuk mendokumentasikan dan melindungi karya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan sosialisasi perlindungan karya cipta kepada siswa SMK dan mahasiswa. Peserta juga mengikuti workshop penggunaan KRAFLAB untuk mengenal proses pembuatan identitas kreator digital, pengunggahan karya, kurasi, hingga penerbitan sertifikat digital berbasis blockchain.

Libatkan Seniman Lintas Generasi

Program PISN 2026 mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang. Mereka berasal dari mahasiswa Desain Komunikasi Visual dan UKM GRADASI INSTIKI, mahasiswa Desain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia (ISI), siswa SMK Negeri 1 Denpasar, siswa SMK Duta Bangsa Denpasar, anggota HOCA, hingga perupa senior.
Pameran ini dikuratori oleh Dr. I Made Marthana Yusa, M.Ds dan Yere Agusto.

Keterlibatan lintas generasi menjadi salah satu pembeda UTOPIA 2026 dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Jika UTOPIA 2025 lebih banyak melibatkan perupa senior HOCA, penyelenggaraan tahun ini memperluas ruang partisipasi dengan menghadirkan mahasiswa, siswa SMK, dan perupa profesional.

Disisi lain, HOCA juga memperkenalkan identitas barunya. Sebelumnya HOCA merupakan singkatan dari House of Cartoon Mania. Kini, nama tersebut berubah menjadi House of Creative Artist.

Perubahan identitas ini menandai semakin luasnya cakupan komunitas yang tidak hanya bergerak di bidang seni kartun dan ilustrasi, tetapi juga seni rupa, desain komunikasi visual, seni digital, serta berbagai bentuk kreativitas lainnya.

Angkat Tantangan AI terhadap Dunia Seni

Tema “UTOPIA X DISTOPIA: UnBALIveable” menjadi ruang untuk membicarakan hubungan manusia, teknologi, dan kehidupan di Bali.

Utopia menggambarkan kondisi ideal, sementara distopia merepresentasikan kondisi penuh persoalan.

Dua gagasan tersebut dipertemukan dalam konteks perkembangan teknologi, termasuk AI, yang berlangsung semakin cepat.

Perkembangan AI memberikan peluang baru bagi seniman dalam menghasilkan karya. Namun, teknologi yang sama juga menghadirkan tantangan terkait orisinalitas, kepemilikan, dan perlindungan karya.

Oleh karena itu, PISN 2026 membawa pesan bahwa perkembangan seni tidak cukup hanya berbicara mengenai proses menghasilkan karya.

Kreator juga perlu memahami bagaimana karya tersebut didokumentasikan, memiliki bukti kepemilikan, serta mendapatkan perlindungan secara tepat.

Blockchain Jadi Sarana Dokumentasi Karya

Dalam pelaksanaannya, PISN 2026 dilakukan melalui beberapa tahapan. Peserta terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai HaKI dan pentingnya perlindungan karya.

Selanjutnya, peserta mengikuti workshop KRAFLAB untuk mempelajari proses sertifikasi digital berbasis blockchain. Karya yang telah diseleksi dan dikurasi kemudian ditampilkan dalam pameran UTOPIA 2026.

Teknologi blockchain digunakan untuk membantu menyediakan catatan kepemilikan karya secara digital. Melalui KRAFLAB, kreator dapat mendokumentasikan karya sekaligus memperoleh bukti digital atas karya yang dihasilkan.

Program ini menargetkan penerbitan sedikitnya 50 sertifikat digital berbasis blockchain untuk karya-karya yang telah melalui proses kurasi.

Dorong Ekosistem Seni dan Teknologi

Kolaborasi INSTIKI, HOCA, BALIOLA melalui KRAFLAB, dan Kemendiktisaintek dalam PISN 2026 diharapkan mampu memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, komunitas seni, generasi muda, industri kreatif, dan teknologi.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda agar tidak hanya aktif menciptakan karya, tetapi memahami nilai ekonomi dan hukum dari karya tersebut.

Melalui pameran UTOPIA X DISTOPIA: UnBALIveable, publik diajak melihat bagaimana seni dapat menjadi medium untuk membaca perubahan zaman. Ditengah pesatnya perkembangan AI dan teknologi digital, kreativitas manusia tetap menjadi bagian penting dalam membangun masa depan seni dan budaya.

PISN 2026 diharapkan menjadi salah satu contoh bahwa seni dan teknologi dapat berjalan berdampingan.

Kolaborasi tersebut tidak hanya menghasilkan karya visual, tetapi juga membuka dialog mengenai masa depan manusia, seni, budaya, teknologi, serta perlindungan karya kreatif di era digital. (red/tim).

INSTIKI, HOCA, UTOPIA X DISTOPIA 2026, seni dan teknologi, blockchain dan HaKI

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleSorotan: DPD AsMEN Jakarta Timur Resmi Diterima Kepala Kesbangpol Jakarta Timur Eliazer Hutapea
Next Article Mengenang Pusat Musik Era 80–90-an: Napak Tilas Musisi Legendaris di Glodok
ranu

Related Posts

Cegah Premanisme dan Balap Liar, Polres Barito Utara Intensifkan Patroli Malam di Titik Keramaian Kota

9 Agustus 2026 11:50 AM

Cegah Karhutla dan Dampak El Nino, Polres Barito Utara Sosialisasi Maklumat Kapolda Kalteng kepada Masyarakat

9 Agustus 2026 11:45 AM

SOSIALISASI LARANGAN ILLEGAL MINING, BERTUJUAN CIPTAKAN MASYARAKAT SADAR AKAN LINGKUNGAN OLEH POLSEK KAPUAS TIMUR

9 Agustus 2026 11:30 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.