Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengenal Taruli Phalti Patuan, Kajari Purbalingga yang Tegas dan Humanis

Tinjau PPLI, Menteri LH Dorong Pengelolaan Limbah B3 Berbasis Traceability dari Hulu hingga Hilir

Kapolres Bangka Barat Perkuat Sinergi Penanggulangan Karhutla di Tempilang

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»3 Solusi Deteksi Kebocoran Gas Berbasis Drone untuk Industri Migas di Indonesia
Terkini

3 Solusi Deteksi Kebocoran Gas Berbasis Drone untuk Industri Migas di Indonesia

vritimesBy vritimes13 Agustus 2026 3:26 PM032 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kebocoran gas kini bisa dideteksi dari udara. Tiga solusi drone, dua berbasis dock otomatis dan satu misi manual, memindai fasilitas dari jarak aman, memetakan sebaran gas, lalu mempercepat penanganan kebocoran di sektor migas, petrokimia, dan LNG.

Kebocoran gas sering tidak terlihat sampai menjadi bahaya. Untuk industri berisiko tinggi seperti minyak dan gas, keterlambatan mendeteksi kebocoran bisa berujung pada insiden keselamatan sekaligus emisi yang lolos begitu saja. Pendekatan berbasis drone menutup celah itu. Sensor gas dibawa terbang untuk memindai fasilitas dari jarak aman, tanpa menempatkan petugas di dekat sumber.

Melalui AIRINS yang tersedia di Indonesia lewat Halo Robotics, ada tiga solusi utama:

DJI Dock 3 + Sniffer4D Multi-Gas mendeteksi hingga 9 gas sekaligus (termasuk CH4, H2S, CO2, CO, SO2, dan VOCs) dan berjalan otomatis 24/7 dari dock. Cocok untuk pemantauan rutin area luas tanpa operator di lokasi.

DJI Dock 3 + Sniffer4D TDLAS fokus pada metana dengan sensor TDLAS bersensitivitas 1 ppm, juga otomatis 24/7. Pas untuk deteksi metana berkala dari jarak aman.

DJI Matrice 400 + MetScan V1 memakai sensor metana TDLAS dengan jangkauan 200 meter untuk misi manual atau terjadwal, dan menghasilkan peta metana 3D tergeoreferensi untuk melokalisasi titik bocor.

Memilih yang tepat bergantung pada tiga hal: jenis gas yang dipantau, kebutuhan otomatis 24/7 atau misi terjadwal, dan apakah tujuannya memetakan area luas atau melokalisasi hotspot. Ketiganya mendukung program leak detection and repair (LDAR) dan pelaporan emisi seperti OGMP 2.0.

Selengkapnya: Alat Deteksi Kebocoran Gas: Panduan Solusi Berbasis Drone

Tentang Halo Robotics

Halo Robotics adalah distributor drone profesional dan robotika terbesar di Indonesia, serta penyedia jasa drone industri terdepan, dengan pengalaman lebih dari satu dekade menyediakan solusi terintegrasi untuk 900+ perusahaan dan instansi pemerintah di industri utama termasuk Pertambangan, Minyak & Gas, Ketenagalistrikan, Pertanian & Kehutanan, Konstruksi, Pemantauan Lingkungan, Keamanan, dan Keselamatan Publik.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleSosialisasi Gerakan Masyarakat Mendukung Polri dalam Mencegah dan Memerangi Hoax, demi terciptanya Situasi yang aman dan sejuk.
Next Article Polres Barito Utara Terjunkan Personel Pastikan Distribusi Program Makanan Bergizi Gratis di Muara Teweh Aman
vritimes

Related Posts

Mengenal Taruli Phalti Patuan, Kajari Purbalingga yang Tegas dan Humanis

13 Agustus 2026 4:51 PM

Tinjau PPLI, Menteri LH Dorong Pengelolaan Limbah B3 Berbasis Traceability dari Hulu hingga Hilir

13 Agustus 2026 4:47 PM

Kapolres Bangka Barat Perkuat Sinergi Penanggulangan Karhutla di Tempilang

13 Agustus 2026 4:34 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.