Analisnews.co.id | Jakarta — Bandung bukan sekadar nama sebuah kota bagi Pidi Baiq. Ia adalah ruang tempat perasaan, kenangan, dan kisah cinta menemukan bahasanya sendiri. Semangat itulah yang kembali dihidupkan melalui film “Dan Bandung”, yang resmi tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis (20/8/2026).
Film produksi Verona Films ini disutradarai Rudi Soedjarwo, sutradara yang dikenal melalui Ada Apa dengan Cinta?, dan diadaptasi dari novel sekaligus karya Pidi Baiq. Perpaduan keduanya membuat “Dan Bandung” sejak awal membawa beban ekspektasi sebagai film romantis yang ingin menjembatani nostalgia dengan selera penonton masa kini.
Kisahnya berpusat pada Basil dan Elma, dua mahasiswa dari latar belakang berbeda yang menemukan cinta di tengah suasana Bandung. Hubungan keduanya tak berjalan mulus. Perbedaan lingkungan dan kelas sosial membuat cinta mereka harus berhadapan dengan keadaan yang seolah tak memberi ruang bagi keduanya untuk bersama.
Bandung kemudian bukan hanya menjadi latar cerita. Kota itu ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan emosional kedua tokoh.
Nuansa tersebut terasa semakin kuat melalui kutipan ikonis karya Pidi Baiq yang terpatri di kawasan Jalan Asia Afrika: “Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan….”
Shanna Shannon Debut di Layar Lebar
Daya tarik film ini juga datang dari kehadiran Shanna Shannon sebagai Elma. Penyanyi muda tersebut menjalani debut layar lebarnya setelah penampilannya membawakan “Tanah Airku” dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka beberapa waktu lalu menjadi sorotan.
Shanna beradu akting dengan Samo Rafael yang memerankan Basil. Tak hanya berakting, Shanna juga turut mengisi soundtrack utama film dengan lagu yang liriknya ditulis langsung oleh Pidi Baiq.
“Dan Bandung” turut mempertemukan aktor dan aktris dari berbagai generasi. Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Arswendy Bening Swara, Donny Damara, Jenny Zhang, Paul Aro, Nugie, hingga Tike Priatnakusumah ikut memperkuat jajaran pemain.
Dari Nostalgia hingga “Kupu-kupu di Perut”
Sebelum tayang secara nasional, film ini lebih dulu diperkenalkan melalui Gala Premiere di Jakarta pada 12 Agustus dan rangkaian “Dan Bandung Day” di Bandung pada 14-15 Agustus.
Respons penonton pun cukup hangat. Salah seorang penonton dalam gala premiere menyebut film tersebut menghadirkan kembali sensasi menonton kisah cinta yang membuat penonton ikut berbunga-bunga.
Sejumlah media ulasan film juga memberikan apresiasi. Paradigma Film menilai “Dan Bandung” berpotensi menjadi comfort movie bagi penikmat karya Pidi Baiq. Sementara Habis Nonton Film menyoroti chemistry Basil dan Elma yang dinilai mampu menghadirkan sensasi “kupu-kupu di perut”.
WatchmenID melihat sentuhan romantisme khas Pidi Baiq masih terasa, tetapi hubungan kedua karakter utama dinilai tampil dengan chemistry yang lebih dewasa.
Rangkaian respons tersebut memperlihatkan bahwa “Dan Bandung” mencoba mengambil jalur yang tak sepenuhnya baru, tetapi dikemas dengan pendekatan yang lebih kekinian.
Produser Verona Films, Titin Suryani, mengatakan film tersebut sejak awal dirancang untuk menghadirkan Bandung secara autentik, bukan sekadar sebagai dekorasi cerita.
“Kami ingin membawakan rasa romantis, nostalgia, bahkan segala kepahitan yang mungkin pernah kita rasakan di bawah langit kota Bandung. Harapannya, film ini bisa menjadi ruang memori yang hangat bagi seluruh penonton Indonesia,” ujar Titin.
Dengan perpaduan kisah cinta, lanskap Bandung, karya Pidi Baiq, serta pertemuan pemain lintas generasi, “Dan Bandung” kini menyerahkan ceritanya kepada penonton. Bagi mereka yang merindukan film romantis dengan aroma nostalgia, layar bioskop mulai hari ini menjadi tempat untuk kembali jatuh cinta—setidaknya selama film berlangsung.
Promo Penayangan Perdana
Verona Films juga menghadirkan promo Buy One Get One Free (BOGOF) untuk pembelian tiket penayangan perdana. Promo tersebut tersedia melalui TIX.ID, MTIX, CGV, dan CINEPOLIS.
Informasi mengenai film dan aktivitas di balik layar dapat diikuti melalui akun media sosial resmi “Dan Bandung” di Instagram dan TikTok @filmdanbandung. (Phyd)
Redaksi
