Analisnews.co.id | JAKARTA — Menjelang penayangannya di bioskop pada 24 September 2026, film Memburu Pemangsa persembahan Sinemaku Pictures tak sekadar mengandalkan layar lebar untuk menyampaikan ceritanya.
Film yang disutradarai Umay Shahab tersebut memperluas gaung kampanyenya melalui gerakan #JagaAnakAnak, sebuah ajakan untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan ruang aman bagi anak-anak.
Kampanye itu dibawa langsung ke lingkungan pendidikan. Dalam dua hari, sekitar 3.000 siswa dari SMK Pustek Serpong dan SMAN 2 Kota Serang mengikuti rangkaian edukasi mengenai perlindungan anak melalui talkshow dan permainan interaktif.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Umay Shahab, pemeran Taskya Namya, serta Sadam Permana, tokoh muda yang dikenal aktif menyampaikan konten edukatif bagi generasi muda di media sosial.
Bagi Umay, membawa isu perlindungan anak ke sekolah menjadi bagian penting dari perjalanan Memburu Pemangsa. Ia mengatakan, film ini lahir dari keresahan terhadap persoalan kekerasan yang dapat mengancam anak-anak di lingkungan sekitar.
“Kementerian PPPA mencatat 35.920 kasus kekerasan perempuan dan anak sepanjang 2025. Kasus-kasus ini banyak terjadi di ruang terdekat anak,” ujar Umay.
Ia berharap kampanye tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari promosi film, tetapi mampu mendorong siswa, guru, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Dari Layar Lebar ke Blok M
Semangat yang sama kemudian dibawa Memburu Pemangsa ke ruang publik. Dalam sebuah talkshow di Blok M yang dipandu “Gubernur Blok M” Arvino dan Niky Putra dari trio NPD, film ini memperkenalkan trailer dan posternya sekaligus membuka ruang diskusi bersama para pemeran.
Laura Basuki, Taskya Namya, Yasamin Jasem, dan Rifnu Wikana turut hadir dalam sesi tersebut.
Laura menilai pesan film ini mengingatkan masyarakat bahwa ancaman terhadap anak dapat terjadi di mana saja sehingga tanggung jawab menciptakan keamanan tidak semestinya dibebankan kepada anak.
“Manusia itu bisa lebih keji daripada setan sebenarnya,” ujar Laura, seraya menekankan pentingnya peran orang dewasa dalam menjaga keamanan anak.
Kegiatan di Blok M juga dikemas melalui permainan interaktif hasil kolaborasi Sinemaku Pictures dengan XSpace Indonesia. Konsep tersebut membawa atmosfer horror-crime-action film ke dalam pengalaman langsung melalui permainan, teka-teki, dan elemen role-play.
Hadirkan Pengalaman Imersif
Kolaborasi dengan XSpace Indonesia akan berlanjut melalui immersive experience di XSpace Pasaraya Blok M pada 14 September hingga 11 Oktober 2026.
Pengunjung akan diajak mengikuti misi investigasi dan perburuan yang terinspirasi dari dunia Memburu Pemangsa. Dengan konsep tersebut, pengalaman film diperluas dari sekadar menonton menjadi sebuah aktivitas interaktif.
Tak hanya XSpace, kampanye #JagaAnakAnak juga merambah kedai kopi.
Mulai 7 September 2026, sebanyak 1 juta cup Kopi Nako x Memburu Pemangsa hadir di 57 gerai Kopi Nako di berbagai wilayah Indonesia. Pesan mengenai pentingnya menciptakan ruang aman bagi anak pun dikemas dalam medium yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Chief Creative & Marketing Kanma Group, Robert Wanasida, mengatakan kolaborasi tersebut dipilih karena pesan positif mengenai perlindungan anak dapat disampaikan melalui visual sederhana yang ditemui masyarakat sehari-hari.
Riset Libatkan Sejumlah Pihak
Di balik ceritanya, Memburu Pemangsa juga dikembangkan melalui proses riset yang melibatkan sejumlah pihak. Tim produksi menggandeng Komnas Perlindungan Anak, akademisi kriminologi Universitas Indonesia, Divisi Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Kejahatan terhadap Anak (TPPO) Bareskrim Polri, serta redaksi media investigasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan isu yang diangkat berangkat dari persoalan nyata.
Dengan berbagai rangkaian kampanye tersebut, Memburu Pemangsa berusaha memperluas pesan film jauh sebelum penonton memasuki ruang bioskop.
Film produksi Sinemaku Pictures ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Bagi Sinemaku Pictures, film bukan hanya medium hiburan, tetapi juga ruang untuk mengangkat cerita yang relevan sekaligus membuka percakapan mengenai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.(Phyd)
Redaksi
