Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MINGGU KASIH, POLSEK KAPUAS HULU PERKUAT KEPERCAYAAN DAN KEDEKATAN DENGAN WARGA

Sorotan: Forum Kepakaran Indonesia (FKI) Adakan Konsolidasi Bahas Gagasan dan Kontribusi Bagi Kemajuan Bangsa dan Negara

“Agensi Rumah Tangga” Raih 109 Ribu Penonton Hari Pertama, Masuk Top 9 Opening Day 2026

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Daerah»Jejak Sinyal Ditelusuri, Komdigi Bantu Pencarian Delapan Warga Hilang di Selat Sunda
Daerah

Jejak Sinyal Ditelusuri, Komdigi Bantu Pencarian Delapan Warga Hilang di Selat Sunda

yadiBy yadi13 September 2026 7:20 AM083 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital memanfaatkan jaringan operator seluler dan sistem monitoring spektrum frekuensi radio untuk membantu pencarian delapan warga yang hilang di perairan Selat Sunda.

Delapan warga tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu. Mereka dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, Kemkomdigi telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk menelusuri aktivitas jaringan base transceiver station (BTS) di sekitar Selat Sunda, baik dari wilayah Banten maupun Lampung.

”Komdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler. Tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung,” ujar Nezar saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9/2026).

Selain jaringan operator seluler, pemantauan dilakukan melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Banten dan Lampung. Infrastruktur tersebut digunakan untuk mengecek kemungkinan adanya sinyal komunikasi yang tertangkap dari wilayah pencarian.

”Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” kata Nezar.

Informasi mengenai aktivitas jaringan yang diperoleh dari operator seluler kemudian diteruskan kepada tim SAR untuk diproses sebagai salah satu bahan dalam menentukan lokasi terakhir keberadaan rombongan tersebut.

Dari penelusuran itu, diketahui kontak terakhir tercatat pada 7 September 2026 di Pulau Sebesi, salah satu gugusan pulau yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

”Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” ujar Nezar.

Pencarian Diperluas

Sabtu (12/9/2026) menjadi hari kelima operasi pencarian. Tim SAR Gabungan terus memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan keberadaan delapan warga tersebut.

Berdasarkan pembaruan dari tim SAR Banten yang didampingi TNI Angkatan Laut dan Polairud, sebanyak 14 kapal dan satu helikopter dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan Selat Sunda.

Kemkomdigi memastikan dukungan terhadap operasi pencarian terus dilakukan melalui kapasitas infrastruktur komunikasi dan pemantauan spektrum frekuensi yang dimiliki kementerian. Koordinasi juga terus dilakukan bersama operator seluler dan tim SAR.

”Kita terus memantau, terus mencari dan sama-sama kita berdoa. Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda,” tutur Nezar.

Di tengah proses pencarian, Kemkomdigi juga memantau informasi yang beredar di ruang digital. Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya berbagai kabar yang belum terverifikasi mengenai insiden tersebut.

Nezar mengimbau masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Informasi resmi dari tim yang terlibat langsung dalam operasi pencarian diharapkan menjadi rujukan utama masyarakat.

Redaksi.

#Indonesia #PencarianKorban #SAR #SelatSunda #TeknologiDigital GunungAnakKrakatau Jurnalis Komdigi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleSenandung Rasa, Saat Musisi Pelajar Menemukan Arti Menang di Luar Panggung
Next Article “Agensi Rumah Tangga” Raih 109 Ribu Penonton Hari Pertama, Masuk Top 9 Opening Day 2026
yadi

Related Posts

Senandung Rasa, Saat Musisi Pelajar Menemukan Arti Menang di Luar Panggung

13 September 2026 7:14 AM

Tri Tanto Apresiasi Kekompakan Kader PKK RW 13 Penjaringan yang Konsisten Jalankan Arisan

12 September 2026 11:45 PM

KAPOLRES KAPUAS BAGI-BAGI HELM DAN MASKER BAGI PENGENDARA DI DESA PUJON KECAMATAN KAPUAS TENGAH

12 September 2026 11:01 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.