Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pencipta “Antara Jakarta-Penang” Apresiasi Sayembara Lagu Iqro: Ruang Musisi Sebarkan Kebaikan

MTQ Nasional 2026 Selesai! Kaltim Sabet Juara Umum, Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Selanjutnya

ANGGOTA SATSAMAPTA POLRES KAPUAS MELAKSANAKAN APEL MALAM PIKET PENJAGAAN DAN PENGECEKAN TAHANAN BERTEMPAT DI HALAMAN MAKO POLRES KAPUAS.

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Daerah»MTQ Nasional 2026 Selesai! Kaltim Sabet Juara Umum, Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Selanjutnya
Daerah

MTQ Nasional 2026 Selesai! Kaltim Sabet Juara Umum, Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Selanjutnya

yadiBy yadi20 September 2026 9:14 PM043 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | Jakarta – Kalimantan Timur keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026. Kafilah Kaltim mengumpulkan 288 poin, mengungguli Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Kaltim memastikan posisi teratas dalam MTQ Nasional XXXI yang digelar di Semarang, Jawa Tengah. Pengumuman juara umum disampaikan pada acara penutupan, Sabtu (19/9/2026).

Dalam klasemen akhir, Kalimantan Timur mengoleksi 288 poin. Jawa Tengah berada di posisi berikutnya dengan 208 poin, sedangkan DKI Jakarta mengumpulkan 129 poin.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ Nasional selanjutnya akan berpindah ke Jakarta pada 2027.

“Piala bergilir kembali ke Kalimantan Timur. Sampai jumpa di MTQ berikutnya di Jakarta,” ujar Nasaruddin dalam penutupan MTQ Nasional XXXI.

Namun, bagi Menag, berakhirnya perlombaan bukan berarti berakhir pula perjuangan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Malam ini musabaqah berakhir. Para juara telah ditetapkan dan mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Namun, tugas kita untuk membumikan Al-Qur’an justru dimulai setelah kemeriahan ini,” katanya.

Empat Arah MTQ ke Depan

Nasaruddin menyampaikan empat arah pengembangan MTQ agar ajang tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan.

Pertama, MTQ didorong berkembang menjadi ekosistem pembelajaran dan peradaban Al-Qur’an. Pembinaan qari-qariah, hafiz-hafizah, mufasir, penulis, hingga kaligrafer harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Artinya, pembinaan tidak boleh berhenti ketika panggung perlombaan selesai.

Kedua, MTQ harus semakin inklusif. Pengembangan cabang bagi penyandang disabilitas perlu dibarengi dengan perluasan akses terhadap tenaga pengajar, metode pembelajaran, serta fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas.

“Begitu juga dengan metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas,” tegasnya.

Ketiga, generasi Qurani diminta tidak gagap teknologi, termasuk dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Teknologi, kata Nasaruddin, dapat digunakan untuk memperluas pendidikan, dakwah dan akses pengetahuan. Namun, pemanfaatannya tetap harus dibarengi integritas dan kompas moral.

Ancaman seperti disinformasi, manipulasi, penyalahgunaan data hingga ujaran kebencian di ruang digital juga perlu diwaspadai.

Keempat, MTQ diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Penyelenggaraan MTQ menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, UMKM hingga industri kreatif.

Berdasarkan perhitungan Pemprov Jawa Tengah dan BPS yang disampaikan dalam penutupan, perputaran ekonomi selama MTQ Nasional XXXI diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

“Ini menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Nasaruddin.

Penutupan MTQ Nasional XXXI dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Hadir pula Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, para kepala daerah, pejabat Kementerian Agama, alim ulama, Dewan Hakim serta seluruh kafilah dari berbagai daerah.

Nasaruddin mengapresiasi Jawa Tengah dan Kota Semarang yang menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI.

Kepada seluruh kafilah, ia berpesan agar semangat yang tumbuh selama MTQ tidak berhenti di panggung perlombaan, tetapi dibawa pulang dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sampaikan kepada masyarakat bahwa kita datang dari latar belakang berbeda, tetapi dipersatukan oleh kecintaan kepada Al-Qur’an dan pengabdian kepada Indonesia,” pungkasnya.

Red/Phyd

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleANGGOTA SATSAMAPTA POLRES KAPUAS MELAKSANAKAN APEL MALAM PIKET PENJAGAAN DAN PENGECEKAN TAHANAN BERTEMPAT DI HALAMAN MAKO POLRES KAPUAS.
Next Article Pencipta “Antara Jakarta-Penang” Apresiasi Sayembara Lagu Iqro: Ruang Musisi Sebarkan Kebaikan
yadi

Related Posts

Pemilihan BPD Kampai Berlangsung Aman dan Sukses, Perolehan Suara Keterwakilan Perempuan Draw.

19 September 2026 8:24 PM

Rano Karno Dorong Abang None Jakarta Jadi Jembatan Budaya ke Dunia

19 September 2026 7:16 AM

Rano Karno Resmi Buka JITEX dan FKI 2026, Hadirkan 275 Stan hingga 19 September

18 September 2026 11:31 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.