Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jumat Sehat, Sidokkes Polres Gunung Mas Periksa Kesehatan Personel

Satresnarkoba Polres Gunung Mas Amankan Pria dengan Dua Paket Diduga Sabu

Cegah Karhutla, Polres Gunung Mas Edukasi Siswa SMPN 1 Kurun tentang Bahaya Kabut Asap

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Daerah»Pramono Andalkan AI untuk Benahi Kawasan Kumuh Jakarta Tanpa Penggusuran
Daerah

Pramono Andalkan AI untuk Benahi Kawasan Kumuh Jakarta Tanpa Penggusuran

yadiBy yadi9 Oktober 2026 10:58 AM044 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id |JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kesiapan Jakarta mengambil peran dalam kemitraan strategis Indonesia dan Korea Selatan di bidang kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* (AI). Teknologi ini diharapkan tidak sekadar memperkuat ekosistem digital, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi persoalan perkotaan, termasuk penataan kawasan permukiman tanpa penggusuran.

Komitmen tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri diskusi meja bundar bertajuk *“Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia”* di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).

“Jakarta mempersiapkan diri untuk terlibat dalam kemitraan strategis antara Indonesia dengan Korea Selatan di bidang AI. Selama ini, Jakarta mempunyai hubungan yang baik dan sudah menjalin kerja sama sister city dengan Seoul, Jeju, Chungcheongnam-do dan Nonsan. Jakarta siap untuk itu,” ujar Pramono.

Menurut dia, Jakarta memiliki fondasi digital yang cukup kuat untuk mengembangkan pemanfaatan AI. Ibu kota saat ini memiliki 102 pusat data atau hampir separuh dari total pusat data di Indonesia.

Namun, Pramono menekankan bahwa kekuatan infrastruktur digital tersebut harus diterjemahkan menjadi manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu penerapannya direncanakan melalui penataan kawasan sepanjang 2,3 kilometer yang meliputi Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Kita akan menerapkan AI untuk melakukan renovasi dan revitalisasi tanpa melakukan penggusuran,” katanya.

AI untuk Penataan Kawasan Tanpa Penggusuran

Pramono menjelaskan, AI berpotensi dimanfaatkan untuk membantu perancangan kawasan, mendukung pemantauan melalui kamera pengawas atau CCTV, serta menyusun pendekatan penataan yang lebih terukur.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembenahan kawasan tersebut rampung pada 2028. Proyek ini diharapkan menjadi contoh pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman tanpa harus menggusur warga.

“Saya ingin dilakukan pembenahan dan dibuat menjadi cantik. Saya ingin tahun 2028 ini selesai. Ini bisa menjadi contoh bahwa penyelesaian persoalan kawasan kumuh dengan menggunakan AI juga bisa dilakukan dan itu dilakukan di Jakarta,” ujar Pramono.

Rencana tersebut menempatkan teknologi sebagai instrumen untuk membantu pemerintah merancang penataan kawasan secara lebih efektif. Di sisi lain, pendekatan tanpa penggusuran menegaskan pentingnya mempertimbangkan keberadaan warga dalam proses revitalisasi.

Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kebutuhan kawasan, menyusun alternatif desain, dan mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data. Meski demikian, penerapannya tetap membutuhkan perencanaan yang matang agar solusi teknologi sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Kemitraan Jakarta-Seoul Diperluas

Selain penataan permukiman, Pemprov DKI Jakarta melihat peluang pemanfaatan AI dalam peningkatan pelayanan publik, pengambilan kebijakan berbasis data, serta pengelolaan mobilitas perkotaan.

Hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan sejumlah daerah di Korea Selatan menjadi modal untuk memperluas kolaborasi, termasuk melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan solusi teknologi bagi kebutuhan kota.

Pramono juga mengingatkan bahwa pengembangan AI harus tetap berorientasi pada manusia. Aspek privasi, keamanan, keadilan, akuntabilitas, dan inklusi digital perlu menjadi perhatian agar pemanfaatan teknologi tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan kualitas hidup warga.

Korea Selatan Siap Perkuat Kerja Sama AI

Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon Gu, menyatakan kesiapan negaranya memperluas kerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan ekosistem AI.

“Kami memiliki fondasi yang kuat dan kokoh untuk mengembangkan serta meningkatkan ekosistem kecerdasan buatan. Oleh karena itu, kami siap bekerja sama dengan Indonesia. Kami adalah mitra yang dapat diandalkan bagi Indonesia di berbagai sektor, terutama AI,” ujar Yoon.

Sementara itu, Penasihat Senior Laboratorium Indonesia 2045, Andi Widjajanto, menekankan pentingnya memastikan kemitraan AI Indonesia-Korea menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Pertemuan ini diharapkan dapat menggagas kerja sama AI ke depan yang betul-betul fokus tentang warga dan populasi terutama generasi muda,” katanya.

Arah kerja sama tersebut memperlihatkan bahwa agenda pengembangan AI tidak semestinya berhenti pada pembangunan infrastruktur dan penguatan industri digital. Teknologi perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan warga, mulai dari pelayanan publik hingga penataan lingkungan perkotaan.

Bagi Jakarta, rencana revitalisasi kawasan Tanah Abang tanpa penggusuran menjadi salah satu ujian penting untuk membuktikan bahwa AI dapat digunakan bukan hanya untuk membuat kota semakin cerdas, melainkan juga semakin layak huni dan berpihak kepada masyarakat.(ph)

Redaksi

#AI #DKIJakarta #PelayananPublik #PramonoAnung ArtificialIntelligence IndonesiaKorea KotaCerdas RevitalisasiKawasan TanahAbang TransformasiDigital
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleKemenag Raih Tiga Penghargaan AHI 2026, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Next Article Film Hasut Tayang di Bioskop, Ungkap Trauma dan Luka Batin Empat Sahabat
yadi

Related Posts

Jumat Sehat, Sidokkes Polres Gunung Mas Periksa Kesehatan Personel

9 Oktober 2026 12:27 PM

Satresnarkoba Polres Gunung Mas Amankan Pria dengan Dua Paket Diduga Sabu

9 Oktober 2026 12:26 PM

Cegah Karhutla, Polres Gunung Mas Edukasi Siswa SMPN 1 Kurun tentang Bahaya Kabut Asap

9 Oktober 2026 12:25 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.